Lumajang, – Seorang perempuan muda bernama Nisarofatin (21), warga Dusun Wonorejo, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan.

Keluarga korban pun mengajukan permohonan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto membenarkan, adanya laporan tersebut. Laporan resmi tercatat pada 4 April 2026 dengan nomor LP/B/5/IV/2026/SPKT/Polsek Senduro.

“Benar, telah dilaporkan adanya seorang perempuan meninggal dunia di wilayah Senduro. Pihak keluarga meminta dilakukan autopsi karena kematian dinilai tidak wajar,” kata Suprapto, Senin (6/4/2026).

Peristiwa ini bermula pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, saksi Abdul Hanan, tetangga korban, mendengar suara teriakan dari dalam rumah korban.

Merasa curiga, saksi kemudian mendatangi rumah tersebut dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di lantai gudang rumahnya.

“Saksi mendengar teriakan dari dalam rumah, kemudian saat dicek korban sudah dalam kondisi tergeletak di lantai,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang yang mengundang kecurigaan, di antaranya selendang bayi yang terikat pada kayu atap dalam kondisi terputus, tali karet ban luar, kabel berwarna merah, serta sebilah pisau di dekat korban.

Saat ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup, namun lemah dan tidak dapat diajak berkomunikasi. Saksi bersama warga kemudian melepaskan lilitan tali dan kabel dari tubuh korban, lalu memindahkannya ke dalam kamar.

Karena kondisi korban semakin menurun, keluarga segera membawa korban ke Puskesmas Senduro. Namun dalam perjalanan sekitar pukul 21.30 WIB, korban diduga telah meninggal dunia.

Setibanya di Puskesmas Senduro sekitar pukul 22.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

“Korban diduga meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas,” tambahnya.

Pihak keluarga juga mengungkapkan adanya kejanggalan pada kondisi korban, termasuk ditemukannya busa yang keluar dari mulut dan hidung korban. Selain itu, keluarga menyebut korban sebelumnya kerap terlibat pertengkaran dengan suaminya.

“Keluarga menyampaikan sebelumnya sering terjadi pertengkaran antara korban dan suaminya,” kata Suprapto.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Pantura7.com, saat kejadian berlangsung, suami korban tidak berada di rumah sejak pukul 17.00 WIB dan baru pulang sekitar pukul 21.00 WIB saat rumah sudah ramai oleh warga.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, keluarga korban secara resmi meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.

“Langkah selanjutnya, jenazah akan dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengajuan visum,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.