Lumajang, – Di balik hamparan lahan pekarangan yang tampak sederhana, tersimpan kisah ketekunan seorang petani yang mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

Rosyid, warga Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, membuktikan lahan setengah hektar pun bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Pagi itu, bersama seorang pekerjanya, Rosyid tampak sibuk memanen cabai Jawa di lahannya.

Tanaman merambat yang juga dikenal sebagai cabai jamu itu tumbuh subur, menggantungkan buah-buah kecil yang siap dipetik.

Dengan cekatan, ia memanen hasil kerja kerasnya yang telah dirawat selama berbulan-bulan.

Di lahan seluas setengah hektar tersebut, Rosyid menanam sekitar 800 batang cabai Jawa.

Tanaman ini membutuhkan waktu sekitar lima bulan sejak tanam hingga bisa dipanen. Namun setelah memasuki masa panen, hasilnya terbilang rutin dan menjanjikan.

“Sekali panen bisa sampai 2 kuintal cabai Jawa,” kata Rosyid, Jumat (3/4/2026).

Menariknya, panen itu tidak hanya sekali dalam satu musim. Rosyid bisa memanen secara rutin setiap dua minggu sekali. Dengan produktivitas seperti itu, hasil yang diperoleh pun cukup besar.

Cabai Jawa yang telah dipanen kemudian dikeringkan sebelum dijual. Di pasaran, harga cabai Jawa kering mencapai Rp95 ribu per kilogram.

Dari situlah, Rosyid mampu mengantongi penghasilan hingga sekitar Rp7 juta setiap bulannya.

Keberhasilan ini bermula dari ide sederhana. Rosyid awalnya hanya ingin memanfaatkan lahan pekarangan miliknya yang kurang produktif.

Alih-alih dibiarkan kosong, ia mencoba menanaminya dengan cabai Jawa, tanaman yang saat itu belum banyak dibudidayakan di sekitarnya.

“Awalnya hanya memanfaatkan lahan yang tidak produktif,” ungkapnya. (*)

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.