Probolinggo,– Tumpukan sampah rumah tangga ditemukan di sisi selatan Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kandang Jati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tepat di sebelah barat Kantor ATR/BPN setempat, Sabtu (21/2/2026).

Pemandangan ini bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)’.

Pantauan di lokasi, sampah berupa plastik kresek, sisa makanan, dan botol bekas berserakan di bahu jalan. Bau tidak sedap tercium di sekitar lokasi, meski arus lalu lintas tetap berlangsung normal.

Di lokasi yang sama, terlihat seorang perempuan mengendarai sepeda motor matic merah mengenakan masker, tanpa canggung membuang sampah di area tersebut.

Tidak jauh dari titik tumpukan, seorang pria pemulung lanjut usia tampak memilah barang-barang muntahan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Minggu (22/2/2026), membenarkan bahwa lokasi tersebut termasuk dalam titik penanganan rutin harian.

“Petugas kami melakukan penyisiran setiap hari di lokasi itu. Namun, tantangan utama adalah masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah setelah area selesai dibersihkan,” ujar Roby.

Menurut Roby, penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pengangkutan dan pembersihan oleh petugas, tetapi juga memerlukan kedisiplinan masyarakat.

Ia menyebut penyisiran harian merupakan langkah jangka pendek untuk menjaga kebersihan di titik rawan.

Tim DLH Kabupaten Probolinggo, lanjutnya, telah menyiapkan langkah jangka panjang bertepatan dengan momentum HPSN 2026.

Salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor dengan camat, kepala desa, dan lurah guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

“Sampah bukan hanya urusan DLH. Ini tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat,” kilahnya.

Selain itu, menurut Roby, DLH Kabupaten Probolinggo akan menggencarkan edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk mendorong pemilahan sampah rumah tangga.

“Selain itu, ada penguatan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan,” Roby memungkasi. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.