Lumajang, – Hujan abu akibat erupsi Gunung Semeru mengancam hasil panen cabai petani di Kabupaten Lumajang. Abu vulkanik yang mengguyur kawasan lereng sejak Sabtu (14/2/2026) dikhawatirkan merusak tanaman dan menurunkan produktivitas pertanian.

Di Kecamatan Candipuro dan Pasrujambe, abu tampak menempel cukup tebal di permukaan daun. Kondisi ini berpotensi menghambat proses fotosintesis, memperlambat pertumbuhan tanaman, hingga menyebabkan bunga dan buah cabai rontok sebelum masa panen.

Eko, petani cabai di Candipuro mengatakan, hujan abu mulai turun sejak akhir pekan dan terus berlanjut. “Mulai kemarin hujan abu, cukup tebal. Kalau dibiarkan, bisa bikin buah rontok dan tanaman rusak,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, abu yang melekat di daun membuat tanaman tidak dapat berkembang optimal. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, ia bersama petani lain rutin menyemprot dan menyiram tanaman agar abu tidak menempel terlalu lama.

“Sekarang harus sering disiram supaya abu tidak menutup daun. Ini untuk pencegahan saja supaya tidak makin parah,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ngatiman, warga Desa Candipuro Lumajang. Ia mengeluh karena tomat di sawahnya banyak yang sudah mati akibat hujan abu dari Gunung Semeru.

“Sudah banyak yang mati, bahkan panen bulan depan dipastikan rugi,” katanya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.