Probolinggo,- Raibnya 7 koper milik wisatawan asal Thailand di area wisata Gunung Bromo, disayangkan banyak pihak. Bupati Probolinggo, Mohammad Haris pun angkat bicara atas kejadian itu.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian kehilangan barang yang dialami rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan Bromo,” kata Gus Haris, sapaan Mohammad Haris, lewat pesan tertulisnya, Senin (16/2/26).
Menurut Gus Haris, wisata Bromo adalah wajah pariwisata Kabupaten Probolinggo. Oleh karenanya, setiap wisatawan yang datang bukan sekadar tamu, melainkan sahabat yang harus dijaga bersama.
“Karena itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa rasa aman adalah bagian utama dari pengalaman wisata,” tutur Gus Haris.
Ia mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, aparat keamanan, dan seluruh stakeholder untuk memperkuat kebersamaan menjaga keamanan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, khususnya Gunung Bromo.
“Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan cerita baik tentang Kabupaten Probolinggo,” imbuh orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini.
“Kami tidak ingin peristiwa ini menjadikan wisatawan trauma, melainkan menjadi momentum untuk berbenah dan memperkuat sistem keamanan wisata di Bromo dan seluruh destinasi unggulan lainnya,” tambahnya.
Dijelaskan Gus Haris, Bromo tidak hanya harus indah dipandang, tetapi juga harus aman dirasakan. Ia menilai, keamanan wisata adalah kehormatan bagi daerah.
“Mari kita jaga bersama Bromo sebagai rumah yang hangat bagi siapa pun yang datang dari berbagai penjuru dunia,” Gus Haris memungkasi.
Sebagaimana diberitakan, 7 koper milik wisatawan, diketahui raib, Minggu (15/2/26). Saat itu, para wisatawan yang menumpangi Toyota Hiace, turun dari kendaraan di sekitar Museum Tengger atau pendapa Kecamatan Sukapura. (*)












