Pasuruan, – Konflik antar nelayan terjadi di wilayah pesisir Kota Pasuruan. Sejumlah perahu nelayan yang bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan dilaporkan terbakar pada Rabu (3/2/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga dipicu sengketa wilayah penangkapan ikan di laut.
Kelompok nelayan yang terlibat konflik berasal dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dengan nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan.
Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB di Perairan Katingan. Saat itu, sebuah perahu nelayan jaring trawl milik nelayan Ngemplakrejo diketahui terlalu mendekati wilayah pinggir laut ketika sedang mencari ikan.
Di lokasi yang sama, terdapat nelayan ramah lingkungan asal Dusun Kisik, Desa Kalirejo, sehingga terjadi cekcok mulut antar kedua kelompok nelayan.
Selanjutnya, perahu nelayan jaring trawl beserta enam anak buah kapal (ABK) dibawa ke Dusun Kisik, Desa Kalirejo.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, salah satu warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Mashuda Hidayatullah, yang rumahnya di Desa Kalirejo.
H. Mashuda Hidayatullah kemudian meminta warga agar tidak bertindak anarkhis dan menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan dikoordinasikan melalui pihak Kepolisian Air dan Udara (Polairud).
Namun demikian, situasi di lapangan berkembang di luar kendali. Perahu nelayan asal Ngemplakrejo yang berada di Dusun Kisik akhirnya dibakar oleh warga.
Menurut warga Kelurahan Ngemplakrejo, Abdul Halim, pembakaran ini berawal dari perahu milik nelayan Kelurahan Ngemplakrejo dibakar. Sebenarnya sudah di mediasi oleh Polairud dan sudah selesai.
“Sebenarnya urusan sudah selesai setelah mediasi. Tinggal mengambil barang, tapi tiba-tiba terjadi pembakaran,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas berjibaku selama beberapa waktu hingga api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke perahu nelayan lainnya. Proses pemadaman mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Pasca pembakaran perahu nelayan di pelabuhan, malam itu juga ratusan massa nelayan dari Desa Kalirejo sempat hendak melakukan penyerangan balasan ke Kelurahan Ngemplakrejo. Massa tidak terima perahu nelayan mereka dibakar.
Beruntung, aksi balas dendam tersebut berhasil diredam oleh aparat gabungan TNI dan Polri sehingga bentrokan lanjutan dapat dicegah.
Sebagai upaya penyelesaian, tokoh masyarakat dari Desa Kalirejo dan Kelurahan Ngemplakrejo duduk bersama dalam mediasi yang digelar di Kantor Kecamatan Panggungrejo.
Mediasi tersebut dihadiri Walikota Pasuruan, Adi Wibowo dan Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah semua persoalan ini disepakati diselesaikan dengan kekeluargaan, karena kita semua bersaudara,” kata Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, usai mediasi.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa situasi di Kota Pasuruan telah kembali kondusif.
“Masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Untuk menjaga keamanan, satu kompi Brimob diterjunkan ke lokasi yang terdiri dari dua pleton Brimob Porong dan Brimob Medaeng. Pengamanan juga diperkuat dengan bantuan personel dari Polres Probolinggo Kota. (*)












