Jember,- Harga beras di Kabupaten Jember diperkirakan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan.
Meski demikian, ketersediaan beras dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra mengatakan, stok beras yang tersimpan di gudang saat ini mencapai sekitar 82 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun depan, termasuk saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Stok kami sangat aman. Cadangan yang ada mampu mencukupi kebutuhan sampai tahun depan,” ujarnya Senin, (19/1/26).
Untuk menjaga stabilitas harga, operasi pasar dilakukan dengan menyalurkan 6 ton beras. Rinciannya, 5 ton beras medium dan 1 ton beras premium dengan sasaran 200 warga.
Ade menjelaskan, kenaikan harga beras menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Namun, kenaikan masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
“Menjelang Ramadan biasanya harga naik, tapi masih terukur,” ia menegaskan.
Saat ini, harga beras premium di pasar tradisional Jember berada di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.500 per kilogram.
Untuk menekan kenaikan harga, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah dilakukan guna menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadan.
Ade mengklaim, seluruh beras yang disalurkan berasal dari produksi dalam negeri hasil serapan petani.
“Beras yang didistribusikan merupakan beras dalam negeri, bukan impor,” sampainya.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras di Jember selama bulan Ramadan. (*)












