Menu

Mode Gelap
Kerusuhan Meluas, Presiden Prabowo Perintahkan Tindakan Anarkis Ditindak Tegas Dengan Sistem Desil, PKH Lumajang Perkuat Ketahanan Keluarga Rentan Pria di Pasuruan Masuk Rumah Tetangga, Sempat Damai tapi Akhirnya Ditahan karena Narkoba Akhmad Munir Nakhodai PWI Pusat, Bawa Semangat Rekonsiliasi Festival Da’i Muda LDNU Kraksaan Tuntas, Sukses Cetak 6 Kader Dakwah Terbaik Blarr! Bondet Meledak di Sumber Wetan Kota Probolinggo, Lukai Seorang Pemuda

Pemerintahan · 14 Jul 2025 15:36 WIB

Infrastruktur Belum Siap, Lumajang Absen dari Peluncuran Serentak Sekolah Rakyat


					Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat mengunjungi Rumah Sakit NU. (Foto: Asmadi). Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat mengunjungi Rumah Sakit NU. (Foto: Asmadi).

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dipastikan belum ikut serta dalam peluncuran serentak program Sekolah Rakyat yang digelar pada hari ini, Senin (14/7/2025).

Keterbatasan kesiapan infrastruktur menjadi alasan utama absennya Lumajang dari daftar daerah peserta.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menjelaskan, saat ini pemkab masih dalam proses penyelesaian sejumlah aspek administrasi, termasuk legalitas lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Untuk peluncuran serentak Sekolah Rakyat, Pemkab Lumajang belum bisa ikut,” kata Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah.

Lahan seluas 6,6 hingga 7 hektare telah disiapkan di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah. Namun, lahan tersebut belum sepenuhnya menjadi milik pemerintah pusat, karena masih dalam proses pengalihan kepemilikan.

“Kami masih menyelesaikan proses pergantian sertifikat agar lahan bisa dihibahkan kepada pemerintah pusat dan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” katanya.

Peluncuran serentak Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat guna memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Pada tahap awal ini, terdapat 100 titik peluncuran di berbagai daerah, yang terbagi dalam dua tahap: 63 lokasi dalam tahap I-A dan 37 dalam tahap I-B.

Totalnya, terdapat 396 rombongan belajar dengan jumlah siswa mencapai 9.780 orang dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, sebanyak 19 Sekolah Rakyat dijadwalkan mengikuti peluncuran serentak pada hari ini.

Absennya Lumajang menjadikan kabupaten tersebut sebagai salah satu daerah yang belum terlibat dalam pelaksanaan awal program ini di Jatim.

Meski demikian, Bunda Indah menegaskan, Lumajang tetap berkomitmen mendukung program Sekolah Rakyat.

Ia berharap proses pengalihan lahan bisa segera rampung agar pembangunan bisa segera dimulai dan Lumajang bisa menyusul dalam tahap peluncuran berikutnya.

“Kami mendukung penuh program ini. Begitu semua administrasi tuntas, kami akan siap ikut berkontribusi,” tegasnya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan