Menu

Mode Gelap
Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

Politik · 21 Jan 2025 18:31 WIB

Rakor di Banyuwangi Diwarnai Musik DJ, KPU Kab. Probolinggo Beri Penjelasan Begini


					Tangkapan layar video penampilan DJ seksi dalam rakor KPU Kabupaten Probolinggo di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi.
Perbesar

Tangkapan layar video penampilan DJ seksi dalam rakor KPU Kabupaten Probolinggo di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi.

Probolinggo,- Pesan berantai berisi foto dan video kegiatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo di hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, lewat grup WhatsApp (WA) menyita perhatian publik.

Pasalnya, kegiatan yang kabarnya berlangsung Minggu (19/1/25) malam tersebut, diwarnai dengan goyangan Disc Jockey atau DJ. Polemik pun bermunculan pasca beredarnya foto dan video kegiatan tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Aliwafa, tak menampik jika ia dan jajarannya memang ada kegiatan diluar kota, tepatnya di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi.

Kegiatan itu, menurutnya, adalah rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti seluruh divisi. Salah satu agendanya, termasuk pemberian penghargaan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Aliwafa mengklaim, musik DJ berlangsung setelah digelarnya acara formal bersama seluruh anggota PPK. Ia juga memastikan, pentas musik bersama wanita berpakaian seksi itu bukan acaranya.

“Musik DJ itu setelah acara formal, acara DJ bukan bagian acara kami, tidak include acara formal, dan musik DJ itu dipihak ketigakan artinya ada EO sendiri,” sebut Aliwafa.

Perihal rakor yang digelar jauh ke Banyuwangi, Aliwafa menyampaikan bahwa hal itu dilakukan karena saat ini di Kabupaten Probolinggo belum ada tempat atau hotel yang bisa menampung peserta dengan jumlah banyak dan terjangkau.

“Memang ada hiburan, tapi untuk hiburannya tidak masuk dalam rundown juga spontanitas serta dilakukan setelah acara penutupan. Maka dari itu, dilaksanakan di Banyuwangi,” kilahnya.

Hingga Selasa (21/1/24), polemik rakor KPU Kabupaten Probolinggo di Banyuwangi dengan iringan musik biduan seksi, masih terus mengalir. Mayoritas masyarakat menyayangkan adanya keterlibatan DJ dalam kegiatan tersebut. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 301 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Duel saat Pilkada, PDI-P dan Partai Nasdem Kini Dukung Pemerintahan Gus Haris – Ra Fahmi

3 Juli 2025 - 21:34 WIB

Pemilu Nasional dan Pilkada Dipisah, Tantangan Baru bagi Partai Politik

30 Juni 2025 - 15:56 WIB

Pimpin Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania Siap Maju Pilkada

28 Juni 2025 - 18:50 WIB

Era Baru, Dini Rahmania Nahkodai Nasdem Kabupaten Probolinggo

28 Juni 2025 - 15:04 WIB

Tidak Ada Pemilu, Bawaslu Kota Probolinggo Gandeng Kelompok Cipayung Plus Kerjasama Bidang ini

20 Juni 2025 - 20:30 WIB

Pilkades Serentak di Pasuruan Terancam Ditunda, 17 Desa Gagal Gelar Pemilihan Tahun Ini

14 Juni 2025 - 15:35 WIB

Tingkat Partisipasi Tinggi, KPU Kota Probolinggo Terbitkan 2 Buku Riset Pilkada

29 April 2025 - 20:14 WIB

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Trending di Politik