Lumajang, – Lonjakan harga plastik membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lumajang harus mengambil langkah-langkah sulit untuk menjaga kestabilan keuangan mereka.
Salah satunya adalah Kafe 11:11 Lumajang, yang kini menerapkan tambahan biaya kemasan sebesar Rp2.000 per item untuk pesanan take away.
Pemilik kafe, Alfiyah mengaku, keputusan ini tidak mudah.
“Kalau yang dine in (makan di tempat) kita pakai gelas atau piring biasa, jadi tidak perlu biaya tambahan,” jelasnya di kafenya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, dalam sepekan terakhir, harga wadah plastik mengalami kenaikan signifikan hingga 30%, dari Rp23.500 per 50 item menjadi Rp33.000.
Sementara kantong plastik naik dari Rp5.000 per pack menjadi Rp7.000. Lonjakan harga ini juga berdampak pada bahan baku lain, seperti es batu yang kini lebih mahal karena wadahnya berbahan plastik.
Meskipun beberapa pelanggan mengeluhkan tambahan biaya ini, Alfiyah menegaskan bahwa ia tidak punya banyak pilihan. “Kita kan bukan badan amal ya,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang rujak di Lumajang, Rifki, memilih strategi berbeda. Ia belum menaikkan harga atau menambah biaya kemasan karena masih memiliki stok lama.
“Namun, saya sudah mulai menyiapkan langkah antisipasi jika harga plastik terus naik. Salah satunya dengan menggunakan wadah yang kualitasnya lebih rendah namun masih sesuai anggaran,” kata Rifki. (*)












