Pasuruan, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mematangkan rencana pembangunan infrastruktur jalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga kepala desa untuk menyerap aspirasi dan persoalan di lapangan.
Dalam forum itu, dipaparkan rencana pembangunan dan pemeliharaan jalan di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Total panjang jalan yang menjadi sasaran pengerjaan mencapai lebih dari 1.600 kilometer.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah guna meningkatkan kelayakan jalan sekaligus mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tahun ini ada 1.600 kilometer lebih yang akan dilakukan pengerjaan untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui peningkatan jalan kabupaten,” kata Sarinah, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pembiayaan proyek tersebut bersumber dari berbagai skema, di antaranya dana bagi hasil cukai, dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang dikelola oleh pemerintah kabupaten.
“Pembangunan ini membutuhkan anggaran yang besar dan saat ini masih dalam tahap perencanaan. Sumber dana yang tersedia akan dimaksimalkan untuk pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarinah menyebutkan, selain menyasar seluruh ruas jalan kabupaten, terdapat dua kecamatan yang akan mendapatkan porsi pembangunan lebih besar, yakni Kecamatan Wonorejo dan Kejayan.
“Dua kecamatan tersebut menjadi prioritas karena membutuhkan penanganan lebih awal untuk mendukung konektivitas dengan ruas jalan lainnya,” pungkasnya. (*)












