Probolinggo,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan, getol melakukan langkah preventif dengan mengedepankan edukasi keselamatan berlalu lintas secara langsung kepada publik.

Salah satunya, pembagian ratusan takjil yang disertai imbauan tertib berkendara di depan balai Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Selasa (17/3/2026) sore.

Kegiatan sosial ini, tidak sekedar rutinitas untuk berbagi di bulan suci, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana kampanye keselamatan.

Sekitar 900 paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, sembari disisipkan pesan penting terkait pentingnya disiplin berlalu lintas.

Sukito menegaskan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

Ia menilai, pelanggaran sederhana seperti tidak menggunakan helm, tidak melengkapi spion, hingga penggunaan knalpot tidak standar (brong) masih kerap ditemukan.

“Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa penggunaan helm, kelengkapan spion, serta kepatuhan terhadap standar kendaraan bukan hanya formalitas, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa,” ujar Sukito.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar aturan di jalan,” imbuhnya.

Libatkan UMKM

Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dari Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, sebagai penyedia takjil.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal.

Selain aspek keselamatan, Dishub Kabupaten Probolinggo juga menaruh perhatian pada ketertiban umum, khususnya terkait maraknya penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Penertiban dan edukasi dinilai perlu berjalan beriringan agar tercipta perubahan perilaku di jalan raya,” tutur Sukito.

Pesan Penting saat Lebaran

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Sukito turut menyampaikan imbauan khusus kepada masyarakat, terutama kalangan pengguna kendaraan roda dua, agar tidak melakukan konvoi saat malam takbiran.

Aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengajak masyarakat untuk merayakan malam takbiran secara lebih khusyuk, baik di rumah maupun di tempat ibadah, tanpa konvoi dan tanpa mengganggu ketertiban umum,” ia memungkasi. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.