Probolinggo,– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, yang menjadi penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), mencuri perhatian publik setelah muncul laporan wali murid mengenai kualitas makanan yang dinilai perlu evaluasi.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Nujum, warga Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk. Ia mengaku menemukan salah satu buah jeruk dalam paket MBG yang dibawa pulang anaknya dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Nujum, merupakan wali murid dari N-R-A, siswi kelas 6 SDN Sumurdalam. Menurutnya, paket MBG yang diterima anaknya pada Kamis (5/3/2026) berisi tiga buah jeruk berukuran kecil berwarn oranye.

Namun saat dikonsumsi di rumah, salah satu buah penghasil Vitamin C tersebut diketahui telah busuk. “Anak saya tadi membawa paket MBG yang berisi tiga jeruk kecil. Tapi salah satunya ada yang busuk,” kata Nujum, Sabtu (7/3/26).

“Kalau boleh saya mengajukan permohonan, mungkin bisa dikoreksi atau dicek lagi. Karena ini kan katanya makanan bergizi, kalau ada yang busuk berarti kan tidak bergizi,” imbuhnya.

Ia menegaskan, penyampaian tersebut bukan bermaksud menuduh pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk masukan agar program yang digagas pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa.

“Mohon dievaluasi dan dicek betul barang-barang yang mau dibagikan. Takutnya ada yang busuk. Ini hanya sekedar informasi agar tidak menimbulkan prasangka yang tidak enak. Harapannya bisa diperbaiki dan lebih teliti lagi,” tambahnya.

Program MBG diketahui merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah di Indonesia.

Melalui skema penyediaan makanan di dapur-dapur mitra, program ini diharapkan mampu membantu pemenuhan nutrisi siswa sekaligus mencegah masalah kekurangan gizi.

Jurnalis media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait pelaksanaan program tersebut, untuk menjaga perimbangan informasim

Konfirmasi pertama dilayangkan kepada Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto. Konfirmasi kepada pria yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo itu dilakukan melalui pesan pribadi WhatsApp (WA).

Namun meski pesan via WhatsApp telah terbaca, namun hingga berita ini ditulis, Ugas tidak memberikan keterangan apapun.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Koordinator SPPG Kecamatan Besuk, Arjuna. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Arjuna hanya memberikan jawaban pendek dengan menanyakan kembali jumlah porsi yang ditemukan dalam kondisi busuk.

“Berapa porsi yang busuk?” jawabnya singkat.

Jurnalis media ini kemudian mencoba menghubungi Arjuna melalui panggilan WhatsApp untuk memperoleh penjelasan lebihlanjut. Namun panggilan tidak diangkat hingga berita ini diterbitkan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.