Pasuruan, – Kekecewaan mendalam menyelimuti para patriot olahraga Kota Pasuruan dalam seremoni penyerahan reward Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (25/2/2026). Kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan yang memangkas nilai bonus atlet secara drastis menuai kecaman keras, terutama dari cabang olahraga peraih medali emas.
Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Panahan Kota Pasuruan, Indah Yulianti, yang akrab disapa Bu De, menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal dan sangat melukai perasaan atlet maupun pelatih.
“Pemotongannya itu memang sangat luar biasa hebat, maksudnya banyak sekali potongannya. Kita juara satu panahan yang seharusnya mendapat Rp30 juta, sekarang hanya dapat Rp10 juta. Jadi pemangkasannya Rp20 juta. Ini tidak main-main,” ujar Bu De dengan nada kecewa, Kamis (26/2/2026).
Bu De menegaskan, Porprov merupakan ajang bergengsi tingkat provinsi yang menjadi tolok ukur prestasi daerah. Oleh karena itu, apresiasi terhadap atlet seharusnya diberikan secara layak, bukan justru dikurangi.
“Kenapa kita tidak dapat dukungan? Kenapa malah ada pemangkasan? Atlet-atlet ini mengharumkan nama Kota Pasuruan. Mereka berjuang dengan alat yang mahal dan latihan keras, bahkan banyak yang dilakukan secara mandiri tanpa support penuh dari pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bu De yang juga menyuarakan aspirasi sejumlah cabor lain, menyebut kebijakan ini sebagai pukulan telak bagi mental atlet dan pelatih. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan pembinaan olahraga di Kota Pasuruan.
“Ini sangat menyakitkan hati. Kami kecewa berat. Harusnya ada perubahan dan kemajuan yang utuh dalam pembinaan olahraga, tapi yang terjadi justru pemangkasan. Ini sangat mengecewakan, terutama bagi para atlet dan pelatih,” pungkasnya. (*)











