Jember,- Bupati Jember Muhammad Fawait, membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember.

Kebijakan tersebut diambil menyusul hasil evaluasi pelaksanaan MBG yang memiliki cakupan sangat luas, dengan ratusan titik dapur beroperasi setiap hari guna melayani kebutuhan gizi ribuan siswa di berbagai kecamatan.

“Program ini besar, dapurnya ratusan, sehingga pengawasan harus diperketat. Karena itu saya instruksikan pembentukan Satgas khusus,” ujar Fawait, Sabtu (27/2/26).

Ia menegaskan, pengawasan difokuskan pada kepatuhan standar operasional dapur, kualitas menu, kebersihan, serta kecukupan nilai gizi makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Satgas, jelas eks anggota DPRD Jawa Timur ini, akan melakukan pemantauan berkala dan menindaklanjuti setiap temuan di lapangan.

Menurut Fawait, keberadaan ratusan SPPG tidak hanya berperan dalam peningkatan kualitas gizi anak, tetapi juga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi lokal.

“Kebutuhan bahan baku dapur MBG disuplai oleh petani, peternak, dan pedagang setempat, sehingga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa,” bebernya.

Namun demikian, ia menegaskan tidak akan mentolerir dapur nakal yang bermain-main dengan kualitas layanan.

SPPG yang terbukti melanggar ketentuan akan dikenai sanksi administratif melalui rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau ada dapur yang tidak sesuai standar, pasti kita tindak. Pengawasan ini untuk menjaga kualitas program sekaligus kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Gus Fawait juga meminta seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk aktif melaporkan kendala pelaksanaan MBG agar dapat segera dicarikan solusi.

Ia menargetkan pelaksanaan MBG di Jember berjalan tertib, berkualitas, dan dapat menjadi rujukan daerah lain. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.