Lumajang, – Kepala Desa Jugosari, Mahmudi mengingatkan, warga Dusun Sumerlangsep dan Dusun Jobong agar tidak nekat menyeberangi sungai ketika arus sedang deras akibat banjir lahar hujan dari Gunung Semeru.
Mahmudi mengatakan, derasnya arus Sungai Regoyo sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Ia meminta warga untuk terlebih dahulu memastikan kondisi sungai sebelum melintas dan tidak langsung menyeberang tanpa pertimbangan.
“Arusnya sangat deras. Saya mohon warga yang melintasi sungai agar dilihat dulu, dijajaki dulu, jangan langsung nyemplung. Keselamatan panjenengan semua itu penting,” katanya, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati kembali menegaskan, wilayah Dusun Sumerlangsep merupakan zona merah terdampak aktivitas erupsi Gunung Semeru. Ia menyayangkan masih adanya warga yang bertahan tinggal di kawasan berisiko tinggi.
“Sudah sejak awal kami sampaikan, warga di Dusun Sumerlangsep jangan tinggal di sana. Itu zona merah, berbahaya,” katanya.
Peringatan tersebut kembali menguat setelah insiden seorang siswi SDN 3 Jugosari terseret arus saat hendak berangkat sekolah. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman banjir lahar hujan masih nyata, terutama saat curah hujan tinggi.
Lebih lanjut ia menyampaikan, sejak awal pemerintah daerah telah menyatakan Dusun Sumerlangsep sebagai zona merah yang rawan terdampak aliran lahar hujan.
“Sejak awal sudah saya sampaikan, warga di Dusun Sumerlangsep jangan tinggal di sana. Itu sudah zona merah, berbahaya,” pungkasnya. (*)











