Probolinggo,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya lereng pegunungan Argopuro selama nyaris 6 jam, membawa petaka. Ribuan rumah di lima kecamatan terendam banjir, Sabtu (21/6/26) malam.

Ketinggian air di sejumlah titik bahkan  mencapai satu meter lebih. Warga sempat panik karena tidak menyangka debit air lebih besar dari perkiraan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief menyebut, lima kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Paiton, Kraksaan, Besuk, Krejengan, dan Pajarakan.

“Ada lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terendam banjir akibat hujan deras tadi malam,” kata Oemar.

Menurut Oemar, banjir terjadi karena terjadi luapan sungai di aliran lereng Pegunungan Argopuro, yakni Sungai Rondoningo dan Sungai Kertosono.

“Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan di wilayah terdampak. Alhamdulillah air sudah berangsur surut,” imbuh Oemar.

Hingga Minggu (22/2/26) pagi, BPBD Kabupaten belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat bencana banjir. “Belum ada laporan,” tegasnya.

Salah satu warga terdampak banjir, Mohammad Adzin menyebut, banjir kali ini merupakan yang terbesar selama lima tahun terakhir.

Ketinggian air yang alirannya deras, cerita warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan ini, membuat warga was-was. Bahkan ada warga lanjut usia (lansia), perempuan hamil dan anak-anak, yang dievakuasi menggunakan perahu karet milik BPBD.

“Kaget karena airnya cukup tinggi dan deras. Banjir tidak hanya di jalan namun juga masuk ke rumah-rumah, perabotan terendam,” terang Adzin. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.