Probolinggo, Pekan pertama Ramadhan, harga cabai rawit di Kota Probolinggo naik drastis. Harga komoditas dapur ini, Sabtu (21/2/26), terpantau mencapai Rp130 ribu per kilogram (kg).

Pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo menyebut, kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak H-4 sebelum bulan Ramadhan. Sebelum menyentuh harga Rp130 ribu/kg, harga cabai rawit Rp80 ribu/kg.

“Harga cabai rawit terus melambung tinggi dan bertahan sampai saat ini. Terhitung sudah seminggu harga ini tidak berubah,” ujar pedagang cabai di Pasar Baru, Afan Nurahmad.

Pemuda 26 tahun ini menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit dipicu menipisnya stok di berbagai daerah. Tidak hanya pasar lokal Probolinggo, di Surabaya pun, harga cabai rawit sudah meroket.

Menipisnya stok cabai rawit disebabkan hujan yang terus-menerus. Alhasil, tanaman cabai rawit milik petani rusak dan hasil panen menurun drastis.

“Harga cabai rawit ini masih belum tahu apakah akan turun atau malah naik, mengingat saat ini stoknya masih sedikit,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan pedagang lain Suliana. Ia menyebut ada dua kisaran harga kenaikan cabai rawit di pasaran.

Pertama cabai rawit kualitas sedang, dijual Rp120 ribu/kg dan Rp130 ribu/kg. Lantaran harganya naik, ia hanya mengulak beberapa kilogram saja untuk dijual kembali.

“Karena musim hujan sehingga harga cabai rawit naik, stok di Probolinggo juga kosong sehingga saya terpaksa mendatangkan dari Tuban. Pengaruhnya juga bagi pembeli yang hanya membeli seperempat kilo atau beberapa ons saja,” katanya.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan, diantaranya cabai besar yang mencapai Rp35 ribu/kg dari sebelumnya Rp30 ribu/kg.

Lalu bawang merah yang seharga Rp40 ribu/kg dari sebelumnya Rp30 ribu/kg serta bawang putih yang dijual Rp35 ribu/kg dari sebelumnya Rp32 ribu/kg. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.