Probolinggo,- Untuk mengantisipasi tindak kriminal di kawasan wisata Bromo kembali terjadi, Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pihak keamanan dan desa penyanggah.

Rakor berlangsung di Wisma Utjik, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (20/2/26). Hadir seluruh kepala desa kawasan penyanggah wisata Bromo, forkopimca, operator jeep wisata dan tokoh masyarakat.

“Jadi rakor ini digelat sebagai bentuk tanggungjawab bersama serta untuk memastikan kawasan Gunung Bromo tetap aman, tertib dan nyaman bagi wisatawan yang datang sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi.

Dalam rakor ini disepakati bahwa seluruh pemangku kepentingan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, mulai mengatur ulang titik parkir, pengawasan hingga penguatan regulasi bagi pelaku jasa wisata.

Kemudian juga akan dilakukan peningkatan patroli gabungan dan pemasangan Close Circuit Television (CCTV) di titik rawan. Selain itu, aturan bagi pengemudi dan pelaku jasa wisata juga akan dipertegas agar pelayanan semakin profesional.

“Keamanan kawasan wisata tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab bersama. Dengan sinergi kuat, kami yakin Gunung Bromo akan tetap menjadi destinasi yang aman dan dipercaya wisatawan,” imbuh Heri.

Sebagaimana diberitakan, 7 koper milik wisatawan Thailand, diketahui raib, Minggu (15/2/26). Saat itu, para wisatawan yang menumpangi Toyota Hiace, turun dari kendaraan di sekitar Museum Tengger atau pendapa Kecamatan Sukapura.

Hingga kini, proses penyelidikan oleh Polres Probolinggo masih berlangsung. Namun hingga hampir sepekan berlalu, tanda-tanda keberadaan pelaku maupun koper masih misterius. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.