Lumajang, – Kabupaten Lumajang menghadapi tantangan serius terkait kesehatan mata. Sebanyak 900 warga tercatat sebagai suspek katarak dan kini mengantre operasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah mengungkapkan, kapasitas layanan masih terbatas.

Saat ini, kata dia, hanya terdapat tiga dokter spesialis mata yang bertugas menangani pasien katarak. Masing-masing dokter hanya diperkenankan menangani 10 pasien per hari sesuai ketentuan dari BPJS Kesehatan.

“Antrean di rumah sakit untuk pasien katarak ada 900 orang, ini yang suspek dan menunggu penanganan,” kata Rosyidah, Rabu (18/2/2026).

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma menjelaskan, pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak gratis saat ini sangat dibutuhkan warga Lumajang. Namun, Pemkab Lumajang terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan bakti sosial seperti yang dilaksanakan umat Gereja Utusan Pentekosta di Indonesia (GUPDI) Kabupaten Lumajang.

“Karena memang masyarakat Lumajang masih sangat membutuhkan bantuan sosial seperti ini. Jadi, sangat membantu pemerintah dan masyarakat, tentu ke depan kami akan lebih fasilitasi lagi,” katanya.

Selain penderita katarak, kata Yudha, anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata juga difasilitasi dalam bakti sosial tersebut. Nantinya, apabila diperlukan, anak-anak tersebut juga akan diberi kacamara gratis untuk mencegah penyakit mata semakin parah.

“Jadi nanti apabila dibutuhkan kacamata juga akan difasilitasi untuk diberikan kacamata, yang katarak akan kami fasilitasi di RSUD,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.