Jember,- Mendekati bulan suci Ramadan, para pedagang kurma di Kabupaten Jember mulai merasakan peningkatan omzet penjualan.

Lonjakan permintaan terjadi seiring kebiasaan masyarakat yang menjadikan kurma sebagai menu utama saat berbuka puasa.

Aktivitas jual beli terlihat meningkat di sejumlah pusat perdagangan, salah satunya di Pasar Tanjung Jember.

Sejak beberapa hari terakhir, kios kurma ramai dikunjungi pembeli yang datang silih berganti, baik untuk membeli eceran maupun dalam jumlah besar sebagai stok selama Ramadan.

Seorang pembeli, Nailin, mengaku sengaja membeli kurma lebih awal untuk menghindari kenaikan harga dan kehabisan stok.

Menurutnya, kurma sudah menjadi kebutuhan rutin keluarganya setiap Ramadan.

“Biasanya sebelum puasa sudah beli. Jadi pas Ramadan tinggal pakai,” ujarnya, Sabtu (14/2/26).

Peningkatan penjualan tersebut dibenarkan pedagang kurma, Alwi Al-Habsji. Ia menyebut, omzet di tokonya naik sekitar 60 persen dibanding hari normal.

Kenaikan mulai terasa sejak awal pekan seiring meningkatnya minat masyarakat.

“Sudah mulai ramai. Penjualan naik sekitar 60 persen dibandingkan hari biasa,” kata Alwi.

Ia menjelaskan, kurma Mesir masih menjadi pilihan utama pembeli karena harganya relatif terjangkau, yakni sekitar Rp220 ribu per karton ukuran 10 kilogram.

Sementara kurma Ajwa tetap diminati meski masuk kategori premium dengan harga mencapai Rp800 ribu per karton ukuran 5 kilogram.

Terkait pasokan, Alwi memastikan ketersediaan kurma saat ini dalam kondisi aman. Distribusi kembali lancar setelah sebelumnya sempat terkendala, sehingga pedagang yakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan tiba. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.