Pasuruan, – Memasuki hari ketiga operasi pencarian nelayan yang hilang di perairan Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan, tim gabungan memperluas cakupan penyisiran hingga ke wilayah Pasir Panjang, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Perluasan dilakukan berdasarkan analisa arah angin dan arus laut.
Koordinator Basarnas Jawa Timur, Gani Wiratama mengatakan, bahwa pada hari ketiga luas area pencarian meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
“Pada hari ketiga ini, area pencarian kami perluas menjadi sekitar 71,8 kilometer persegi. Batas barat masih di Desa Semare, sedangkan batas timur mencapai Pasir Panjang, Lekok, dengan jarak kurang lebih 14,5 kilometer. Untuk batas utara, sekitar 5,2 kilometer dari dermaga,” ujar Gani, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, strategi pencarian tetap mengacu pada pergerakan arus dan arah angin yang cenderung mengarah ke timur dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK). Area pencarian dibagi menjadi tiga sektor untuk memaksimalkan penyisiran.
Sektor pertama melibatkan perahu karet BPBD Kabupaten Pasuruan bersama speed boat Satpolairud Polres Pasuruan Kota. Sektor kedua diisi perahu karet BPBD Kota Pasuruan. Sementara sektor ketiga disisir menggunakan perahu karet Basarnas.
Menurut Gani, perluasan area dilakukan karena hingga hari kedua korban belum ditemukan.
“Kami terus melakukan evaluasi setiap hari. Pola pencarian disesuaikan dengan kondisi cuaca dan dinamika arus laut agar peluang menemukan korban lebih besar,” katanya
Pada hari pertama, tim gabungan memfokuskan penyisiran di sekitar LKK dengan luas area ±14,4 km². Hari kedua, area diperluas menjadi ±26 km² dengan fokus ke arah timur menuju kawasan PLTG. Pembagian tiga sektor sudah diterapkan sejak hari kedua dan dilanjutkan pada hari ketiga.
Sebagai informasi, Suparto (51), nelayan asal Dusun Kedondong, Desa Semare, Kecamatan Kraton, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Kalirejo. Ia berangkat pada Sabtu sore (7/2/2026) menggunakan perahu DUA PUTRA untuk mencari rajungan.
Peristiwa hilangnya korban pertama kali diketahui pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika dua nelayan, Lukman Hadi dan Kusen, melihat perahu DUA PUTRA melaju tanpa awak dengan mesin masih menyala di perairan Kisik, Desa Kalirejo.
Korban sempat terlihat berusaha berenang, dan saksi melemparkan umpal (pelampung bambu) untuk menolong, namun jarak yang cukup jauh membuat upaya itu gagal. Lampu penerangan yang dipakai korban juga terjatuh, sehingga kondisi menjadi gelap dan korban hilang dari pandangan.
“Hingga saat ini korban masih dalam pencarian. Tim gabungan akan terus berupaya maksimal sesuai prosedur operasi SAR,” pungkas Gani. (*)












