Lumajang, – Meski telah dilengkapi puluhan tempat sampah dan didukung belasan petugas kebersihan, kondisi Alun-alun Lumajang tetap membutuhkan peran aktif pengunjung. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap kesadaran masyarakat.

Kebersihan Alun-alun Lumajang merupakan bagian dari agenda pembangunan kualitas hidup perkotaan. Ruang publik yang bersih tidak hanya menciptakan keindahan visual, serta menjadi fondasi penting bagi kesehatan masyarakat, kenyamanan sosial, dan citra daerah sebagai kota yang beradab dan berdaya saing.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ny. Dewi Natalia Yudha menyampaikan, pengelolaan kebersihan ruang publik menjadi prioritas agar Alun-alun Lumajang tetap bersih.

“Kebersihan bukan hanya urusan petugas. Ini soal kesadaran bersama. Kalau ruang publik bersih, masyarakat yang datang pun merasa lebih nyaman dan saling menghargai,” katanya, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti membawa pulang sampah atau membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga.

“Saya sangat yakin, jika hal tersebut benar-benar dilakukan, maka Aun-alun Lumajang sangat bersih sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Alun-alun Lumajang memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi sosial, ruang bermain anak, hingga tempat rekreasi keluarga. “Ketika kebersihan diabaikan, fungsi sosial tersebut ikut tergerus dan berpotensi menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat perkotaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Gunawan Eko Prihantono menyampaikan, sebanyak 16 petugas kebersihan ditugaskan setiap hari untuk menjaga kawasan Alun-alun Lumajang, didukung sekitar 30 tempat sampah yang tersebar di berbagai titik.

“Upaya pemerintah tidak akan efektif tanpa keterlibatan pengunjung. Fasilitas dan petugas sudah tersedia, tetapi perilaku masyarakat tetap menjadi faktor penentu,” ungkap Gunawan. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.