Lumajang, – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lumajang, Muhammad Safik, menegaskan bahwa insiden peluru nyasar yang terjadi di lingkungan sekolahnya bukan merupakan aksi teror. Ia menyebut, peristiwa serupa bahkan sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Kalau teror saya rasa tidak mungkin,” katanya, Kamis (5/2/2026).

Safik mengungkapkan, insiden peluru nyasar di MTsN Lumajang tercatat sudah terjadi dua kali. Peristiwa pertama berlangsung sekitar setahun lalu, saat sekolah masih dalam proses pembangunan lantai dua.

Kala itu, peluru hanya menyerempet telinga seorang tukang bangunan dan tidak menimbulkan korban serius.

“Sebelumnya itu tidak kena, waktu itu tukang yang bangun gedung ini keserempet di telinganya,” kata Safik.

Sementara itu, insiden terbaru terjadi pada Rabu siang, saat seorang siswi kelas VIII berinisial NS tertembak peluru nyasar ketika tengah bermain bersama teman-temannya pada jam istirahat sekolah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di paha kiri. Peluru pun hingga kini masih bersarang di paha siswi tersebut.

Meski demikian, pihak sekolah memilih untuk tidak berspekulasi terkait asal peluru. Safik menyatakan lebih fokus memastikan kondisi korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.

“Kalau saya fokusnya ke siswa yang harus disembuhkan dulu. Kalau perkara lain didalami yang berwenang,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.