Lumajang, – Perjalanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dalam menyelamatkan Perusahaan Daerah (PD) Semeru bukanlah kisah singkat dan mudah.
Di balik penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PD Semeru, tersimpan cerita panjang tentang kegigihan, keteguhan hati, dan jiwa petarung seorang Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam menghidupkan kembali perusahaan daerah yang selama bertahun-tahun terus merugi.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati secara terbuka menceritakan betapa berat perjuangannya mencari sosok yang bersedia ngopeni atau mengurus PD Semeru. Perusahaan daerah tersebut selama ini dikenal sebagai perusahaan yang tidak pernah mencatatkan keuntungan dan justru terus mengalami kerugian.
“Saya harus mencari sosok yang mau ngopeni, ngurusi PD Semeru ini. Susah saya, karena ini perusahaan daerah yang nggak pernah untung, rugi terus,” katanya, Senin (26/1/2026).
Ia mengaku, telah menawarkan posisi tersebut kepada banyak pihak. Namun, satu per satu menolak. Bukan tanpa alasan, sejak awal ia selalu menegaskan kondisi PD Semeru apa adanya.
“Saya sudah tawarkan ke siapa pun, nggak ada yang mau. Soalnya dari awal sudah saya sampaikan, ini perusahaan daerah yang rugi,” lanjutnya.
Di tengah kebuntuan tersebut, ingatan bupati tertuju pada seorang anak muda yang pernah dekat dengan keluarganya. Sosok itu merupakan sahabat dari anaknya, sama-sama alumni SMA Negeri 2 Lumajang, berasal dari Kecamatan Kunir, dan juga memiliki latar belakang pendidikan teknik pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Hampir setiap hari dulu ada di rumah saya. Saya ingat, ini anak muda alumni pertambangan ITB,” kenang Indah.
Pertemuan pun dilakukan. Diskusi awal berlangsung cukup alot. Bukan karena kondisi PD Semeru yang rugi, melainkan karena kekhawatiran anak muda akan keterbatasan waktu untuk mengurus perusahaan daerah.
“Dia sempat keberatan, takut tidak punya waktu. Ya sudah, saya biarkan,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia kembali mencari alternatif. Tawaran sempat disampaikan kepada Mas Agus Setiawan, namun kesibukan menjadi kendala. Pertemuan juga dilakukan dengan Mas Maulana Haqiqi, tetapi belum membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, pada pertemuan ketiga dengan Mas Hakiki, titik terang mulai muncul.
“Di pertemuan yang ketiga barulah dia sampaikan, Ya sudah Bunda, saya luangkan waktu untuk membantu PD Semeru,” tuturnya.
Sekali lagi, ia menegaskan kondisi perusahaan tersebut yang tidak memiliki modal dan terus merugi. Bahkan, untuk menyambung hidup perusahaan, PD Semeru hanya mengandalkan peran sebagai agen dan distributor pupuk dengan wilayah kerja yang sangat terbatas.
“Saya heran, ini perusahaan daerah milik pemerintah, milik penguasa wilayah, tapi wilayah distributornya kecil,” katanya.
Indah mengakui bahwa PD Semeru telah berjalan dalam kondisi sulit selama bertahun-tahun. Ia memilih untuk mempelajari kondisi perusahaan dari jauh sebelum mengambil langkah besar.
“Susah. Tapi saya tetap semangat,” ucapnya.
Bahkan di hadapan DPRD dalam rapat paripurna, ia pernah menyampaikan pernyataan tegas. “Saya bilang, kalau saya gagal, saya tutup PD Semeru. Tapi rasanya saya bukan petarung kalau menyerah. Saya ini jiwanya petarung,” tegasnya.
Tekad itu yang mendorongnya untuk terus berjuang membangkitkan PD Semeru menjadi perusahaan daerah yang sehat dan maju.
Di samping itu, hal yang paling membuat bupati yakin terhadap Mas Hakiki adalah sikap profesional dan pengabdiannya. Selama proses komunikasi, tidak sekali pun Mas Hakiki mempertanyakan soal gaji.
“Sampai detik ini, pertanyaan soal digaji berapa itu tidak pernah muncul. Karena dia tahu, digaji dari mana,” katanya.
Menurutnya, Mas Haqiqi memahami betul bahwa PD Semeru tidak memiliki modal. Bupati pun menyampaikan bahwa kemungkinan penyertaan modal baru bisa diajukan melalui DPRD saat perubahan APBD. Namun respons Mas Haqiqi justru di luar dugaan.
“Dia bilang, Gak apa-apa Bunda, serahkan saya. Insya Allah tanpa modal, enam bulan ke depan sudah untung,” tuturnya.
Selain itu, ia menegaskan segala upaya yang dilakukan harus tetap sesuai aturan dan prinsip perusahaan daerah.
“Halal, tidak haram. Dan ini bukan perusahaan pribadi, tetap harus mengikuti kaidah-kaidah perusahaan daerah,” katanya.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengembangkan sektor perdagangan (trading), terutama memanfaatkan potensi sumber daya alam daerah.
“Saya senang. Ini saatnya perusahaan daerah dapat untung dari potensi yang ada,” ujarnya.
Bupati juga bermimpi PD Semeru ke depan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Termasuk dari sektor penambangan pasir,” katanya.
Di akhir paparan, kata Indah, Haqiqi langsung ditawarkan sebagai direktur PD Semeru. Namun, hal itu mengejutkan, karena usia Haqiqi masih 30 tahun, sementara aturan membatasi.
“Soal usia ini, saya tidak bisa apa-apa,” ujarnya.
Setelah berkonsultasi dengan sekretaris daerah, diputuskan Mas Hakiki masuk sebagai pegawai PD Semeru dan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur. Keputusan ini disertai dengan komitmen tinggi terhadap performa dan kepercayaan publik.
“Performan harus bagus supaya orang yakin kita bisa dipercaya,” tegasnya.
Kata Indah, Haqiqi membawa energi baru dengan mengajak anak-anak muda profesional, sebagian alumni ITB dan ITS, untuk terlibat.
“Ini baru pertama kali di dunia perpendaan, di birokrasi Lumajang, ada direktur yang dibicarakan seperti ini,” katanya.
Ucapan selamat dari berbagai pihak, termasuk pejabat dan perusahaan dari luar kota, menjadi bukti kuatnya jejaring yang dimiliki pimpinan baru PD Semeru.
“Ini menunjukkan bahwa PD Perumda Semeru kali ini punya jejaring yang cukup bagus,” pungkasnya. (*)












