Pasuruan, – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan gedung baru UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Kecamatan Grati, Rabu (21/1/2026) sore.
Peresmian dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi sosial bagi eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas mental.
Usai peresmian, suasana haru dan penuh semangat tampak ketika sejumlah penerima manfaat memainkan angklung di halaman gedung baru tersebut. Salah satunya adalah Musa Alan Nuril (22), penerima manfaat asal Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, yang telah setahun menjalani rehabilitasi di UPT RSBL Pasuruan.
Musa bersama teman-temannya membunyikan angklung sebagai bentuk ekspresi dan hasil pembinaan selama berada dipanti.
“Angklung sering saya mainkan di sini. Selain itu kami juga belajar kerajinan supaya bisa lebih produktif,” ujarnya.
Musa bercerita, setahun lalu dirinya mengalami gangguan halusinasi yang cukup berat hingga sering berbicara sendiri karena mendengar suara-suara yang seolah mengajaknya berbincang. Kondisi tersebut diketahui oleh sang nenek, yang kemudian membawanya berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.
Pada Desember 2024, Musa menjalani perawatan medis selama 20 hari di RSJ. Meski suara halusinasi masih sesekali muncul, Musa mengaku sudah mampu menyadari dan mengendalikan kondisinya. Setelah sempat pulang ke Banyuwangi, perangkat desa merekomendasikan Musa menjalani pemulihan lanjutan di UPT RSBL Pasuruan.
Selain Musa, terdapat pula penerima manfaat lain yang telah tinggal di UPT RSBL lebih dari satu tahun. Kristina (40), misalnya mengaku, sudah tiga tahun menjalani rehabilitasi di tempat tersebut.
Petugas UPT RSBL Kabupaten Pasuruan, Maghfirah menjelaskan, secara regulasi masa tinggal penerima manfaat maksimal satu tahun. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang bertahan lebih lama karena persoalan keluarga.
“Permasalahannya, ketika mau kembali tidak diterima keluarganya. Ada juga yang tidak ketemu keluarganya atau tidak memiliki tempat tinggal tetap,” kata Maghfirah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan, kehadiran gedung baru UPT RSBL Pasuruan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan rehabilitasi secara lebih maksimal dan manusiawi.
Saat ini, UPT RSBL Pasuruan menampung 302 penerima manfaat, terdiri dari 141 kategori berat dan 161 kategori ringan, dengan rincian 216 laki-laki dan 86 perempuan.
Menurut Adhy, meski pemerintah terus menambah fasilitas rehabilitasi, kebutuhan layanan justru semakin meningkat seiring tingginya tingkat stres masyarakat. Ia juga menyoroti masih adanya kecenderungan keluarga enggan menerima kembali anggota keluarga yang telah selesai menjalani rehabilitasi.
“Kalau ingin Jawa Timur bermartabat, maka berikan layanan yang manusiawi kepada manusia yang kurang beruntung,” pungkasnya. (*)












