Probolinggo,– Seorang wanita hamil yang hendak melahirkan di Dusun Asinan, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terpaksa ditandu saat dibawa ke Puskesman Maron.

Langkah itu dilakukan mengingat kendaraan roda 4 tidak bisa melintas lantaran jembatan desa putus diterjang banjir, Sabtu (17/1/26) malam.

Agar bisa sampai ke Puskesmas Maron, wanita hamil ini ditandu menggunakan tempat tidurnya menyeberangi sungai. Di seberang sungai, mobil ambulans disiagakan untuk mengantarkan ke puskesmas.

Sementara Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, sejumlah lanjut usia (lansia) dan anak-anak dievakuasi menggunakan perahu ke tempat aman dari banjir.

Banjir diawali hujan deras yang mengguyur wilayah Probolinggo sejak sore hari. Selain itu, air laut yang sedang pasang turut mempercepat naiknya ketinggian air.

Dari pantauan di lokasi, ketinggian air mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter dan masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat lansia dan anak-anak harus dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga menggunakan perahu yang diikat di kedua ujungnya untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak. Derasnya arus membuat warga harus ekstra berhati-hati agar perahu tidak terhanyut.

“Saat air masuk ke rumah, saya berusaha naik ke tempat yang lebih tinggi hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga,” ujar Suni, salah satu warga setempat.

Sekitar 30 menit kemudian, lansia dan anak-anak yang sebelumnya terjebak berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.

Diketahui, banjir yang merendam puluhan rumah di Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Desa Lemahkembar, Hariyanto, mengatakan bahwa banjir merendam satu dusun yang terdiri dari 65 rumah dengan sekitar 150 jiwa terdampak.

“Ini merupakan banjir terparah. Sejumlah warga harus dievakuasi, dan kami berharap warga terdampak dapat segera memperoleh bantuan dari pemerintah,” bebernya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.