Lumajang, – Puluhan siswa SDN Jugosari 3 asal Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang terpaksa melewati aliran Sungai Regoyo untuk bisa berangkat ke sekolah, Senin (12/1/2026).

Hal itu terjadi setelah Jembatan Limpas, yang membentang di Sungai Regoyo putus diterjang banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Minggu (11/1/2026).

Kondisi tersebut memaksa para orangtua mengantar langsung anak-anak mereka demi memastikan keselamatan. Selain akses jalan yang terputus, kekhawatiran warga juga meningkat karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.

Bahkan pada Minggu malam dilaporkan terjadi awan panas dengan jarak luncur mencapai lima kilometer dari puncak kawah.

Saderiyah, warga Dusun Sumberlangsep mengatakan, dirinya terpaksa mengantar anaknya ke sekolah agar tidak tertinggal pelajaran.

Menurutnya, tanpa jembatan, risiko yang dihadapi anak-anak semakin besar karena harus menyeberangi aliran lahar yang debit airnya tidak menentu.

“Tidak ada jalur lain yang lebih aman, jadi harus kita antar. Kalau tidak sekolah malah ketinggalan pelajaran nanti,” katanya.

Sementara itu, Ayu, salah satu siswa SDN Jugosari 3, mengungkapkan, bahwa sekitar 50 siswa lainnya mengalami kondisi serupa. Meski harus melintasi aliran banjir lahar, ia dan teman-temannya tetap berangkat ke sekolah demi mengikuti kegiatan belajar.

“Temannya banyak, ada 50-an orang. Kalau tidak nekat ya ketinggalan pelajaran,” kata Ayu.

Kepala Desa Jugosari, Mahmudi mengatakan, bahwa pemerintah desa belum dapat melakukan banyak upaya perbaikan akses karena hampir setiap hari Sungai Regoyo dilanda banjir lahar hujan Gunung Semeru.

“Dengan kondisi seperti ini, ya kita harus diam dulu sambil menunggu musim banjir ini selesai,” ujarnya.

Mahmudi menambahkan, saat ini pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten tengah membahas sejumlah alternatif solusi.

Salah satunya pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Regoyo. Namun, rencana tersebut dinilai sulit direalisasikan karena membutuhkan anggaran yang besar. Alternatif lainnya adalah membuka jalan tembus melalui perbukitan menuju Desa Sumberwuluh.

“Yang mungkin adalah pengecoran jalan melewati pinggir gunung untuk warga Sumberlangsep,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.