Lumajang, – Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian mendorong peran strategis pemuda Lumajang melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Alka Kafe, Kelurahan Kutorenon, Kecamatan Lumajang, Minggu (8/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan anggota Barisan Muda Masdar, komunitas pemuda yang aktif di berbagai bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Kawendra mengatakan, pentingnya empat pilar kebangsaan, yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Lanjut dia, nilai-nilai tersebut bukan sekadar hafalan, melainkan harus menjadi karakter dan sikap hidup yang diterapkan sehari-hari.

“Empat pilar ini harus menjadi pedoman bagi generasi muda dalam bermedia sosial, berorganisasi, hingga mengambil peran nyata di lingkungannya masing-masing. Pemuda bukan hanya penerus, tapi juga penjaga persatuan bangsa,” kata kawendra saat ditemui di Lumajang, Rabu (7/1/2026).

Kawendra menyampaikan penguatan nilai kebangsaan sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas karakter dan mental generasi muda.

“Kalau anak mudanya kuat secara nilai, berani berinovasi, dan mau berdiri di kaki sendiri, saya yakin Lumajang bisa menjadi contoh daerah yang maju tanpa kehilangan jati diri kebangsaan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, potensi pemuda Lumajang yang dinilai sangat besar. Kawendra menyebut, daerah ini memiliki basis kuat di sektor pertanian yang mulai dikelola generasi muda melalui pendekatan modern dan digital.

Selain itu, muncul komunitas UMKM, pelaku ekonomi kreatif, pariwisata, dan konten digital, yang menunjukkan kemampuan adaptasi anak muda terhadap tantangan era modern.

“Pemuda Lumajang punya modal sosial yang kuat. Mereka dekat dengan sektor riil seperti pertanian dan UMKM, tapi juga adaptif dengan teknologi. Kombinasi ini penting untuk membangun daerah sekaligus menjawab arahan Presiden tentang kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan soal tantangan era digital, di mana polarisasi informasi dan opini kerap memicu perpecahan. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai penjaga persatuan dan penyejuk di tengah perbedaan.

Sosialisasi seperti ini, katanya, efektif menjembatani nilai kebangsaan dengan realitas yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari isu ekonomi, lapangan kerja, hingga disrupsi digital.

“Kalau pemuda kuat secara nilai dan berani berinovasi, mereka tidak hanya menjadi penerus bangsa, tapi juga garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kemandirian daerah,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.