Probolinggo,– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul adanya fenomena pasang air laut maksimum yang berpotensi menggenangi kawasan permukiman dan area aktivitas warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Zubaidullah mengatakan, potensi banjir rob masih terbuka, terutama di kecamatan yang berada di sepanjang garis pantai.

Adapun wilayah yang saat ini masuk dalam kategori rawan, terdiri dari 7 daerah, yakni Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Tongas, Pajarakan, Kraksaan, serta Paiton.

Menurutnya, kondisi pasang air laut yang tinggi dapat menyebabkan air meluap ke daratan, terutama jika bersamaan dengan cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.

Oleh karena itu, BPBD secara rutin melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan perkembangan situasi dan meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan.

“Potensi banjir rob bisa terjadi sewaktu-waktu dan dapat berdampak pada kawasan pesisir. Untuk itu perlu adanya kewaspadaan bersama,” katanya, Minggu (4/12/25).

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kabupaten Probolinggo juga menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pesisir.

Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk memastikan kondisi lapangan terpantau dengan baik serta memudahkan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Tidak hanya melakukan pemantauan dan sosialisasi, BPBD juga menyiapkan bantuan logistik berupa kantong pasir. Bantuan ini disalurkan kepada desa-desa yang membutuhkan sebagai upaya mengurangi dampak genangan air laut jika banjir rob benar-benar terjadi.

Kantong pasir tersebut digunakan untuk memperkuat tanggul darurat maupun melindungi akses jalan dan permukiman warga.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut.

Aktivitas yang berhubungan langsung dengan laut, seperti melaut, bongkar muat di pelabuhan, maupun kegiatan pesisir lainnya, diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang.

“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menghindari dampak yang lebih besar. Petugas terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak,” Zubaidullah memungkasi.

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.