Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Pendidikan · 29 Agu 2025 18:50 WIB

Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG


					Anak2 di SDN menyantap makanan melalui program MBG di SDN Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.  (Foto: Asmadi)
Perbesar

Anak2 di SDN menyantap makanan melalui program MBG di SDN Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang. (Foto: Asmadi)

Lumajang, – Kisah haru datang dari Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa perubahan besar bagi kehidupan seorang siswa sekolah dasar (SD).

AL, bocah 11 tahun yang duduk di bangku kelas 5 SDN Sukorejo, kini bisa menikmati makan dua kali sehari. Sebelumnya, dalam kondisi ekonomi keluarganya yang serba terbatas, makan sekali sehari saja sudah menjadi hal yang mewah.

AL berasal dari keluarga sederhana. Orangtuanya bekerja serabutan, penghasilan tak menentu, dan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi bagi anak-anak mereka.

Dalam kondisi seperti itu, AL terbiasa hanya makan nasi sekali dalam sehari biasanya saat pagi atau siang hari.

“Dalam sehari dia cuma makan nasi sekali. Itu pun tergantung ada atau tidaknya uang. Kadang hanya sarapan, kadang baru makan siang,” ungkap wali kelas AL, Niken Raffitri, Jumat (29/8/25).

Namun, kondisi tersebut berubah sejak adanya program MBG yang digulirkan pemerintah melalui dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasrujambe.

Melalui program ini, siswa-siswa dari keluarga berpenghasilan rendah mendapatkan makanan bergizi lengkap setiap harinya terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, susu, dan buah-buahan.

Niken menyebut AL terlihat sangat menikmati makanan yang diberikan. Selama tiga hari pertama program berjalan, tak satu pun makanan tersisa di piringnya. Bahkan, ia tidak pernah pilih-pilih makanan.

“Semua dimakan dengan lahap. Susu, buah, sayurnya habis. Anak-anak seperti dia memang sangat membutuhkan program ini,” pungkas Niken. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polinema Jadi Harapan Baru Lumajang Cetak SDM Berdaya Saing Global

28 Agustus 2025 - 16:34 WIB

Tanpa Tunggu Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat di Jember Terima Siswa Sepanjang Tahun

1 Agustus 2025 - 16:59 WIB

Demi Sekolah, Siswi SD di Lumajang Terjatuh Saat Digendong Ayahnya Seberangi Lahar Semeru

1 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Kurang Diminati, Pemkab Probolingggo Bakal Tutup SDN Warujinggo 2

18 Juli 2025 - 16:06 WIB

Miris! SDN Warujinggo 2 Probolinggo 2 Tahun Gagal Dapatkan Siswa Baru

17 Juli 2025 - 09:29 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Dipantau Langsung Gubernur Khofifah

14 Juli 2025 - 19:54 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Siswa Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

14 Juli 2025 - 12:49 WIB

Sekolah Rakyat Segera Dimulai, Asrama dan Ruang Kelas Dikenalkan

11 Juli 2025 - 04:47 WIB

Jember Jadi Tuan Rumah Porseni Madrasah se-Jawa Timur, Diikuti Ribuan Pelajar

8 Juli 2025 - 16:54 WIB

Trending di Pendidikan