Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Sosial · 18 Mei 2025 22:03 WIB

Car Free Day Kraksaan Dituding Hambat Ambulans, Kades dan Pedagang Pasang Badan


					DIDUKUNG: Suasana keramaian warga saat Car Free Day di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. (foto: istimewa) Perbesar

DIDUKUNG: Suasana keramaian warga saat Car Free Day di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. (foto: istimewa)

Probolinggo,- Car Free Day (CFD) di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan yang digelar setiap Minggu pagi menuai protes dari sejumlah pihak. Isu utama yang mencuat adalah dugaan terganggunya akses kendaraan darurat menuju RSUD Waluyo Jati akibat penutupan jalan di sisi timur stadion.

Namun, tudingan tersebut langsung mendapat bantahan tegas dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan CFD. Mereka menilai, keberatan yang disuarakan tidak berdasar.

Kepala Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Supriyanto, menyebut bahwa pelaksanaan CFD sejauh ini tidak mengganggu kepentingan umum. Tapi justru menguntungkan bagi warga dan para pelaku UMKM.

“Saya atas nama masyarakat sekitar sebenarnya sudah tidak ada masalah dengan keberadaan CFD Faktanya, sudah ada satgas khusus yang selalu siap mengawal ambulans untuk menembus keramaian . Bahkan kemarin ketika ada warga saya wafat , Satgas dari CFD membantu membukakan jalan CFD,” tegas Supriyanto, Minggu (18/5/2025).

Ia juga menekankan bahwa akses menuju RSUD Waluyo Jati tidak hanya bergantung pada jalur timur stadion. Masih tersedia alternatif jalan lain yang bisa digunakan oleh kendaraan darurat, seperti Jalan Gus Dur dari arah barat dan Jalan RS Graha Sehat dari arah timur.

“Jadi, tidak benar kalau CFD dianggap menghambat ambulans. Justru CFD ini membawa manfaat besar, terutama bagi warga sekitar seperti Sumberlele, Kebon Agung, dan Alassumur,” tambahnya.

Lebih jauh, Supriyanto menyebut pelaksanaan CFD merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas geliat pusat kota Kraksaan ke arah timur, sebagai langkah pemerataan pembangunan.

“Kalau semuanya hanya terpusat di Alun-alun, maka tidak akan ada pemerataan. CFD ini justru solusi agar wilayah lain juga berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Lutfiah, salah satu pedagang yang rutin berjualan saat CFD, menyatakan bahwa kegiatan ini telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

“Kalau ada yang protes, itu jelas karena ada sentimen. Kami para pedagang sangat terbantu. Sebelumnya di Alun-alun sepi, dagangan banyak yang tidak laku. Sekarang, alhamdulillah bisa dapat penghasilan,” ungkapnya.

Diketahui, CFD di Stadion Gelora Merdeka kini telah menjadi ikon gaya hidup baru bagi warga Kraksaan dan sekitarnya. Ribuan orang memadati kawasan tersebut setiap akhir pekan untuk berolahraga, berbelanja, atau sekadar bersantai.

Suasana pada Minggu (18/5) tampak semarak, dengan padatnya jalan sisi timur stadion oleh pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang membuat kawasan ini semakin hidup. (*)


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 179 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Sempat Pudar, Tradisi Kelereng Balap Kembali Warnai Agustusan di Kedungsupit Probolinggo

24 Agustus 2025 - 16:48 WIB

Haru! Belasan Emak-emak di Probolinggo Dapat Hadiah Umroh Gratis

22 Agustus 2025 - 05:07 WIB

Polisi Inisiasi Gerakan Pangan Murah di Probolinggo, 44 Ton Beras Ludes

21 Agustus 2025 - 18:08 WIB

Trending di Sosial