Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Peristiwa · 1 Feb 2025 15:55 WIB

Pikap Terjun ke Jurang di Lereng Semeru, Dua Korban Kritis


					Tangkapan layar, saat salah satu korban dievakuasi. Perbesar

Tangkapan layar, saat salah satu korban dievakuasi.

Lumajang,– Diduga akibat sopir mengantuk, membuat mobil pikap yang dikemudikan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 150 meter di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (1/2/2025). Peristiwa itu terjadi tepat di area hutan Blok Watu Tulis di lereng atas Gunung Semeru.

Akibat kejadian itu, dua orang, sopir dan kenek pikap mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari warga setempat, kronologi kejadian itu bermula saat pikap yang dikemudikan korban hendak melewati hutan di Blok Watu Tulis.

“Usai melewati tikungan, tiba-tiba mobil jatuh ke jurang. Diduga, sopir mengantuk hingga insiden tersebut tak terhindarkan” kata Salim warga setempat yang membantu mengevakuasi korban.

Kata Salim, sebelum kecelakaan mobil tanpa  muatan tersebut beranjak dari Kabupaten Jember menuju ke Kabupaten Malang.

Saat hendak kembali ke Malang, sopir diduga mengantuk dan kejadian nahas tersebut tak terhindarkan. Beruntung dua korban masih selamat namun mengalami luka patah tulang akibat insiden tersebut.

“Identitas kedua korban yakni, Alif Alfan beserta keneknya, Rozikin, warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,” kata Salim.

Di samping itu, proses evakuasi korban berlangsung dramatis lantaran kondisi medan jurang sangat curam.

“Petugas dibantu warga setempat harus turun menggunakan tali untuk melakukan evakuasi korban,” katanya.

Sementara itu, Gito,  warga Tengger mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi di pagi hari.

“Pikapnya muatannya kosong habis mengantar telur. Saat perjalanan pulang ke Malang terjun bebas ke jurang yang dalamnya sekitar 150 meter. Kemudian, warga bersama-sama mengevakuasi korban yang masih selamat,” kata Gito.

Setelah kurang lebih tiga jam, kedua korban akhirnya bisa dievakuasi warga. Kini, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang untuk mendapat pertolongan medis.

“Sementara, mobil pikap masih belum bisa dievakuasi lantaran kondisi jurang yang curam menjadi kendala ditambah minimnya peralatan untuk proses evakuasi,” ujarnya.

Di samping itu, nasib kedua korban kini dalam kondisi kritis. Salah satunya mengalami patah tulang di bagian kaki dan bahu.

“Tadi korban sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan. Sementara, mobil pikapnya masih di bawah (jurang) ini menunggu bantuan alat berat untuk evakuasi,” pungkasnya. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 527 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Baru Pandaan Akan Direlokasi

29 Agustus 2025 - 17:38 WIB

Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

29 Agustus 2025 - 15:45 WIB

Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan

29 Agustus 2025 - 14:59 WIB

Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar

29 Agustus 2025 - 04:45 WIB

Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

28 Agustus 2025 - 18:33 WIB

DPO Curanmor Korban Ledakan Bondet di Pasrepan Meninggal Dunia

27 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Gudang Mebel di Pasuruan Hangus, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

26 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Bakar-bakar Sampah Hanguskan Kandang, 4 Ekor Kambing Mati Terpanggang

24 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Terlindas Truk Tebu, Pemotor di Jalur Pantura Pajarakan Tewas

24 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Trending di Peristiwa