Menu

Mode Gelap
Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

Pendidikan · 16 Agu 2024 19:38 WIB

Duh! 5.848 Pelajar di Lumajang Putus Sekolah


					Ilustrasi remaja putus sekolah. Perbesar

Ilustrasi remaja putus sekolah.

Lumajang,- Sebanyak 5.848 pelajar di Kabupaten Lumajang gagal melanjutkan sekolah. 4.145 diantaranya adalah siswa SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Kemudian, 1.703 siswa SD tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP. Ada berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak putus sekolah.

Diantaranya karena ketidakmampuan orang tua, broken home, merantau ke luar daerah,bekerja untuk mendapatkan uang dan sejumlah faktor lainya.

“Selain itu, orang tua yang memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan meski tidak memiliki sekolah formal,” kata Plt. Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Yusuf Ageng, Jumat (16/8/24).

Disisi lain, kasus pernikahan dini juga menjadi penyebab utama banyaknya siswa putus sekolah. Bahkan kasus ini sudah sering terjadi di kawasan pelosok Lumajang.

“Rata-rata siswa putus sekolah karena pernikahan dini ini didominasi pelajar yang telah selesai di bangku SMP dan tidak melanjutkan sekolah ke SMA,” ungkapnya.

Tak hanya itu, banyak siswa yang sudah lulus SMP langsung mencari pekerjaan, salah satunya di tambang pasir. Sebab, pekerjaan tersebut amat menggiurkan untuk meraup rupiah.

“Alasannya, bekerja di tambang sebagai kuli angkut pasir bisa menghasilkan uang tunai Rp200 ribu per hari,” imbuh Yusuf.

Untuk mengatasinya, tambah Yusup, berbagai upaya dilakukan agar bisa memberi pemahaman kepada setiap orang tua yang anaknya putus sekolah.

“Kami sudah melakukan jemput bola, untuk memberi pemahaman kepada setiap orang tua. Sebab, ijazah sangat dibutuhkan untuk masa depan seorang anak,” pungkasnya. (*)

 


Editor: Mohamad S
Publisher: Nuri Maulida


 

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polinema Jadi Harapan Baru Lumajang Cetak SDM Berdaya Saing Global

28 Agustus 2025 - 16:34 WIB

Tanpa Tunggu Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat di Jember Terima Siswa Sepanjang Tahun

1 Agustus 2025 - 16:59 WIB

Demi Sekolah, Siswi SD di Lumajang Terjatuh Saat Digendong Ayahnya Seberangi Lahar Semeru

1 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Kurang Diminati, Pemkab Probolingggo Bakal Tutup SDN Warujinggo 2

18 Juli 2025 - 16:06 WIB

Miris! SDN Warujinggo 2 Probolinggo 2 Tahun Gagal Dapatkan Siswa Baru

17 Juli 2025 - 09:29 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Dipantau Langsung Gubernur Khofifah

14 Juli 2025 - 19:54 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Siswa Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

14 Juli 2025 - 12:49 WIB

Sekolah Rakyat Segera Dimulai, Asrama dan Ruang Kelas Dikenalkan

11 Juli 2025 - 04:47 WIB

Jember Jadi Tuan Rumah Porseni Madrasah se-Jawa Timur, Diikuti Ribuan Pelajar

8 Juli 2025 - 16:54 WIB

Trending di Pendidikan