Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Politik · 24 Jul 2024 18:48 WIB

Jelang Pilkada, KPU Kab. Probolinggo Temukan 65.047 Pemilih Pemula dan 50.710 TMS


					Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Lukman Hakim. (foto: Ali Ya'lu) Perbesar

Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Lukman Hakim. (foto: Ali Ya'lu)

Probolinggo,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo telah menyelesaikan proses pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap daftar pemilih Pilkada November mendatang. Hasilnya, ditemukan data pemilih baru sebanyak 65.047.

“Pemilih baru ini berasal dari warga yang memasuki usia 17 tahun atau yang belum tetapi sudah menikah. Termasuk juga, TNI/Polri yang baru purna tugas,” kata Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim, Rabu (24/7/2024).

Ia menyebut, dalam proses coklit yang ia lakukan mengacu kepada Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) terbaru atau data yang disediakan oleh pemerintah.

Data ini berisi data penduduk yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih pada saat pemilihan diselenggarakan.

“DP4-nya itu sekitar 875 ribu. Jumlah ini turun dibandingkan Pemilu Februari lalu yang mencapai 878.770. Tapi ketika coklit, angkanya sekitar 876 ribu,” ujarnya.

Selain itu, komisioner yang menggawangi Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) tersebut mengatakan, dalam proses coklit juga ditemukan ribuan orang yang tidak memenuhi syarat (TMS).

TMS yang dimaksud, sebut Lukman, adalah TMS dari kode 8 atau salah pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu tidak terlepas dari regulasi yang berlaku, yakni dalam pilkada, satu TPS maksimal dapat berisi 600 pemilih. Padahal, sebelumnya pada regulasi Pemilu Februari lalu, satu TPS maksimal berisi 300 pemilih.

Hal ini memungkinkan untuk menggabungkan pemilih di dua TPS pada Pemilu lalu menjadi satu TPS pada Pilkada November mendatang.

“Kode 8 itu kan masih berbasis google maps untuk pemetaan TPS-nya. Setelah dilakukan coklit, ternyata ada TPS yang justru lebih dekat dari lokasi domisili pemilih,” papar dia.

Dari hal itu, Lukman menyebut, setidaknya terdapat 50.710 orang yang TMS dalam TPS tertentu. Namun, ribuan orang tersebut akan tetap memiliki hak pilih.

“Semisal di satu desa, ada yang masuk di TPS 2, padahal lebih dekat ke TPS 3 lokasinya. Maka kami TMS-kan di TPS 2 dan kami MS (memenuhi syarat, red)-kan di TMS 3,” cetus dia.

Sementara, terkait jumlah TMS yang disebabkan faktor meninggal dunia, pihaknya masih akan pengecekan lagi untuk memastikan jumlah angka pastinya.

Sehingga, pada pilkada mendatang, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sesuai dengan jumlah penduduk yang memenuhi syarat untuk menjadi pemilih.

“Tapi data pastinya hasil coklit ini, sudah harus kami input di Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih, Red.), paling lambat hari ini pukul 23.59 WIB nanti malam. Guna persiapan penetapan DPS (Daftar Pemilih Sementara, red),” sampainya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Duel saat Pilkada, PDI-P dan Partai Nasdem Kini Dukung Pemerintahan Gus Haris – Ra Fahmi

3 Juli 2025 - 21:34 WIB

Pemilu Nasional dan Pilkada Dipisah, Tantangan Baru bagi Partai Politik

30 Juni 2025 - 15:56 WIB

Pimpin Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania Siap Maju Pilkada

28 Juni 2025 - 18:50 WIB

Era Baru, Dini Rahmania Nahkodai Nasdem Kabupaten Probolinggo

28 Juni 2025 - 15:04 WIB

Tidak Ada Pemilu, Bawaslu Kota Probolinggo Gandeng Kelompok Cipayung Plus Kerjasama Bidang ini

20 Juni 2025 - 20:30 WIB

Pilkades Serentak di Pasuruan Terancam Ditunda, 17 Desa Gagal Gelar Pemilihan Tahun Ini

14 Juni 2025 - 15:35 WIB

Tingkat Partisipasi Tinggi, KPU Kota Probolinggo Terbitkan 2 Buku Riset Pilkada

29 April 2025 - 20:14 WIB

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Trending di Politik