Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

Pemerintahan · 8 Jul 2023 15:33 WIB

Normalisasi Infrastruktur Rusak Butuh Banyak Relawan, Ayo ke Lumajang!


					Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, dan Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, saat meninjau posko pengungsian di blai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. (foto: Asmadi) Perbesar

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, dan Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, saat meninjau posko pengungsian di blai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Pasca banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat (7/7/2023) kemarin, banyak infrastruktur di Kabupaten Lumajang yang rusak parah. Untuk normalisasi, diperlukan banyak tenaga teknis di lokasi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas penangan pasca bencana di Kabupaten Lumajang adalah membersihkan infrastruktur yang rusak akibat diterjang lahar hujan Gunung Semeru.

“Semua harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan yang saat ini kita butuhkan adalah relawan yang sifatnya teknis seperti tenaga untuk pembersihan jalan, perbaikan kabel listrik dan lain-lain,” kata Adhy saat dikonfirmasi di Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Sabtu (8/7/2023).

Hingga saat ini, sejumlah akses jalan di Kabupaten Lumajang masih terputus akibat jembatan yang rusak hingga longsor yang menutupi badan jalan.

Bahkan, arus lalulintas dari dan menuju Kabupaten Malang dialihkan untuk melewati jalur utara, yakni jalur selatan Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu,nBupati Lumajang Thoriqul Haq mengamini jika prioritas pasca bencana yang harus dilakukan Pemkab Lumajang adalah normalisasi jalur yang terputus dan pembersihan material longsoran di kawasan Piket Nol.

Dengan begitu, kata Thoriq, akan memudahkan tim relawan untuk melakukan pengamanan kawasan pemukiman dan penanganan bencana di wilayah yang susah dijangkau.

“Prioritas pengamanan kepada kawasan pemukiman. Seperti membuka akses longsor yang tertutup, membersihkan kawasan pemukiman,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Thoriq menyampaikan, dalam waktu dekat pihkaknya akan melakukan penanganan pembersihan dikawasan Piket Nol. Cuaca yang kurang bersahabat menjadi kendala dalam normalisasi pasca bencana.

“Kalau hari ini cuacanya mendukung, proses pembersihan Piket Nol akan segera kami laksanakan guna mempermudah jalur yang tertutup akibat longsor kemarin,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan