Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Wisata · 26 Jun 2020 07:10 WIB

Pelaku Usaha Berharap Wisata Giliketapang Dibuka Kembali


					Pelaku Usaha Berharap Wisata Giliketapang Dibuka Kembali Perbesar

SUMBERASIH-PANTURA7.com, Tidak hanya pelaku wisata di kawasan Gunung Bromo yang berharap objek-objek wisata dibuka kembali untuk menyongsong adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Sejumlah pelaku wisata di Pulau Giliketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo juga ingin wisata snorkeling dibuka kembali.

Salah satu pelaku wisata di Giliketapang, H Nur Zaelani mengaku, senang jika wisata di pulau nelayan itu dibuka kembali. “Kami pun siap menaati protokol kesehatan agar wisatawan aman saat berwisata di Giliketapang,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Nur mengaku, optimistis industri pariwisata bisa kembali bangkit termasuk di Giliketapang. Terlebih menjelang new normal, tempat-tempat wisata segera diaktifkan kembali.

Hal senada diungkapkan Deka Rara, pemilik biro perjalanan wisata. Ia berharap usahanya bisa hidup kembali. Dampak pandemi selama empat bulan ini membuat penghasilannya melorot. ”Tiga bulan ini pemasukan berkurang hingga nol persen,” tuturnya.

Sejak Covid-19 merebak di Indonesia Maret lalu, dunia wisata di Giliketapang sepi. Deka merasakan Covid-19 lebih terasa dampaknya daripada bencana lainnya.

”Saya senang saat mendengar wisata Giliketapang akan dibuka kembali, karena di sinilah kami bisa hidup,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olah RagaPariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,Sugeng Wiyanto mengingatkan, inti new normal adalah bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

”Bukan masalah kapan diterapkan, terpenting bagaimana memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan Covid-19 ini,” ungkapnya melalui ponselnya.

Ia menekankan, penanganan Covid-19 kuncinya pada kedisiplinan masyarakat.”Garda terdepan di dalam penanganan Covid-19 ini adalah masyarakat,” katanya.

Menjelang dibukanya destinasi wisata di Pulau Gili Ketapang Probolinggo, katanya, membutuhkan perencanaan dan SOP yang ketat. Sehingga angka nol positif Covid-19 di Giliketapang dapat terus dipertahankan. ”Ke depan bagaimana menjaga kebersihan dan seterusnya tidak pernah ada pasien positif,” harapnya.

Menyambut new normal nanti di Giliketapang, semua masyarakat dan pelaku usaha diwajibkan membersihkan properti masing-masing dan melakukan simulasi new normal.

“Mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, Kalau tidak memenuhi itu pengunjung tidak boleh masuk,” tegas Sugeng. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ada Fenomena Embun Upas di Bromo, TNBTS Waspadai Potensi Kebakaran Hutan

29 Juli 2025 - 08:43 WIB

Seperti Tidur di Atas Salju, Cerita Pendaki yang Menyaksikan Ranu Kumbolo Membeku

27 Juli 2025 - 14:38 WIB

Fenomena Embun Upas di Gunung Bromo, Sajikan Eksotika bak Pegunungan Alpen

11 Juli 2025 - 08:49 WIB

Keamanan Pendaki Ditingkatkan, TNBTS Wajibkan Gelang RFID bagi Pendaki Gunung Semeru

6 Juli 2025 - 09:33 WIB

Wamen: Dulu Instagram Saya Penuh Laporan Pungli Tumpak Sewu, Sekarang Sudah Beres

29 Juni 2025 - 20:51 WIB

DPRD Desak Dinas Pariwisata Lumajang Segera Intervensi dan Perbaiki Manajemen Air Terjun Tumpak Sewu

22 Juni 2025 - 09:20 WIB

Tumpak Sewu: Satu Objek Wisata, Dua Tarif Masuk Berbeda

19 Juni 2025 - 13:30 WIB

Pengelolaan Pemandian Selokambang Lumajang Diduga Bocor

19 Juni 2025 - 12:16 WIB

Pariwisata Tumpak Sewu Terancam Stagnan, Homestay dan Atraksi Pendamping Tak Terkoordinasi

18 Juni 2025 - 17:21 WIB

Trending di Pemerintahan