Probolinggo,- Warga Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/3/2026) menggelar tradisi Petolekoran. Tradisi yang erat dengan kegiatan berbelanja ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga, 3 hari menjelang lebaran.
Sejak pagi, kapal-kapal penyeberangan silih berganti berdatangan ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo untuk mengangkut warga Gili Ketapang.
Setibanya di pelabuhan, warga bergegas menuju pusat-pusat pertokoan di Kota Probolinggo. Mereka menggunakan becak motor menuju lokasi perbelanjaan di Jl. dr. Soetomo dan wilayah lainnya.
“Tradisi Petolekoran ini merupakan tradisi tahunan warga Gili Ketapang yang datang ke Kota Probolinggo untuk berbelanja. Rata-rata warga membeli kebutuhan, mulai dari makanan hingga pakaian yang nantinya disajikan dan dipakai saat lebaran,” ujar salah satu warga Gili Ketapang, Immatus Sholeha.
Meski kebiasaan berbelanja saat ini mulai berkurang karena pengaruh sistem belanja daring (online shop), namun tetap tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap ikut serta meramaikan tradisi Petolekoran.
Setelah puas berbelanja, warga Gili Ketapang lantas kembali pulang dengan membawa berbagai barang kebutuhan yang telah dibeli.
“Kebetulan Petolekoran kali ini saya bersama keluarga. Nanti setelah berbelanja, sekalian jalan-jalan ke Kota Probolinggo,” imbuh perempuan 21 tahun tersebut.
Koordinator Kapal Penyeberangan Gili Ketapang, Suryono menyebut, dalam tradisi petolekoran tahun ini, sedikitnya 50 kapal beroperasi untuk mengantar sekitar dua ribu warga Gili Ketapang.
“Meski cuaca hari ini diprediksi baik hingga malam hari nanti, namun sesuai imbauan petugas pelabuhan, maka warga Gili Ketapang disarankan untuk kembali pada sore hari,” tutur Suryono. (*)











