Lumajang, – Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang pasca erupsi Gunung Semeru guna memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah terdampak.

Selain fokus pada penanganan darurat, evaluasi menyeluruh terhadap jembatan, tanggul, serta check dam kini menjadi prioritas untuk menghadapi potensi erupsi susulan dalam beberapa waktu ke depan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan penguatan infrastruktur tidak hanya sebatas perbaikan kerusakan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas agar lebih tahan terhadap dampak erupsi di masa mendatang.

“Kita cek secara penuh strukturnya. Apakah masih bagus atau perlu perkuatan di beberapa bagian. Kalau memang perlu penguatan kecil-kecil, ya kita lakukan. Kalau sudah tidak efisien diperbaiki, lebih baik kita bangun baru,” kata Dody, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Dody, salah satu fokus utama adalah normalisasi dan pengendalian alur sungai agar aliran lava maupun lahar tetap terkendali dan tidak meluber ke kawasan permukiman warga yang masih berada di zona rawan.

“Ini penting untuk meminimalkan risiko jika terjadi erupsi lagi,” katanya.

Di sektor pengendalian lahar, pemerintah mencatat sekitar 14 check dam mengalami kerusakan. Saat ini, dua dam tengah dalam proses pengerjaan sebagai tahap awal penguatan.

“Karena yang rusak cukup banyak, tidak bisa sekaligus kita kerjakan. Kita lakukan bertahap. Dua yang sedang dikerjakan ini sudah cukup mampu menangani jika terjadi erupsi lagi, sambil kita siapkan tahap berikutnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.