Probolinggo,– Ratusan jamaah calon haji asal Kota Probolinggo, Sabtu (14/2/26) mengikuti manasik haji di wisata religi miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Dalam manasik akhir ini, sebanyak 310 calon jamaah calon haji dibagi menjadi enam rombongan.asing-masing terdiri dari 50 orang jamaah.
Manasik diawali dengan niat ihram di miqat, dilanjutkan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, tahallul (cukur rambut), tawaf ifadah dan sa’i, serta mabit di Mina selama hari Tasyrik pada 11–13 Zulhijah.
“Manasik haji ini merupakan finalisasi rangkaian manasik haji di tingkat kecamatan dan kota sebelum keberangkatan ke Tanah Suci pada bulan April 2026 mendatang,” kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Probolinggo, Didik Heriadi, Sabtu (14/2/25).
Didik menjelaskan, dalam manasik ini Kemenhaj Kota Probolinggo menerapkan beberapa skema. Meliputi skema kedatangan awal di Madinah serta skema kedatangan melalui Masjid Bir Ali untuk melaksanakan wajib umrah.
Sebanyak 310 calon jamaah haji ini sudah dipastikan berangkat. Namun jika ada tambahan, masih akan menunggu ploting kursi kosong agar bisa bergabung dengan jamaah yang sudah pasti berangkat.
“Nantinya, jamaah calon haji Kota Probolinggo ini masuk dalam Kloter 5 Wilayah Kerja Malang. Satu kloter terdiri dari 380 jamaah, maka kekurangan 60 orang akan diisi oleh calon jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Didik menambahkan, sesuai jadwal, Kloter 5 dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026. “Untuk jadwal kepulangan, berangkat dari Makkah pada 1 Juni 2026 dan tiba di Tanah Air pada 2 Juni 2026,” imbuhnya.
Sementara itu, jamaah calon haji yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Eko Purwanto optimis, manasik bakal banyak membantu jamaah saat menjalankan ibadah haji nanti.
“Selain persiapan teknis, Insya-Allah untuk persiapan pribadi, saya dan istri sudah siap, mulai dari mental hingga kesehatan,” tutur Eko. (*)












