Pasuruan, – Aksi tawuran antar-kelompok pemuda yang diduga merupakan gengster terjadi di wilayah Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan video amatir warga, yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua kelompok pemuda saling serang dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Aksi itu juga diiringi suara knalpot sepeda motor yang digeber kencang, sehingga memicu kepanikan dan keresahan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Pandaan, Kompol Selamet Prayitno membenarkan, adanya insiden tawuran tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi di Dusun Pager, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
“Benar, telah terjadi tawuran antar pemuda. Kejadian berlangsung di Dusun Pager, Desa Sumbergedang,” ujar Kompol Selamet saat dikonfirmasi di Mapolsek Pandaan, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian memastikan bahwa para pelaku tawuran bukan warga setempat.
“Yang terlibat tidak ada warga lokal Sumbergedang, melainkan pemuda dari luar wilayah Pandaan,” tegasnya.
Kompol Selamet juga mengakui bahwa dari hasil penelusuran rekaman CCTV dan video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda membawa senjata tajam saat aksi tawuran berlangsung.
“Dari beberapa video CCTV yang kami peroleh, memang terlihat ada beberapa pemuda yang membawa senjata tajam,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Selain itu, hasil pengecekan di lokasi kejadian juga tidak ditemukan adanya kerusakan fasilitas umum milik warga.
“Sampai sekarang tidak ada laporan korban. Sementara dari hasil olah TKP juga tidak ditemukan kerusakan fasilitas umum,” jelas Kompol Selamet.
Ia menambahkan, pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi sebelum kejadian terjadi. Sekitar sepekan sebelumnya, Unit Intelijen dan Reserse Kriminal Polsek Pandaan telah memberikan imbauan kepada para pemuda terkait potensi tawuran, balap liar, maupun aktivitas gengster.
“Sebelum kejadian, seminggu sebelumnya, dari pihak Polsek, baik Kanit Intel maupun Kanit Reskrim, sudah memberikan imbauan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian seperti tawuran, balap liar, maupun gangster. Namun, pemuda dari luar wilayah tetap nekat melakukan aksinya,” pungkasnya. (*)












