Probolinggo,– Nahas menimpa Dwi Prihantina (57), warga Dusun Pasar, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi korban penjambretan yang terjadi pada Senin malam (6/4/2026).

Ditemui di rumahnya, Dwi menceritakan peristiwa tragis yang menimpanya. Menurutnya, sekitar pukul 18.00 WIB, ia pergi kulakan dengan mengendarai Honda Vario bernomor polisi N 2549 MQ, menuju toko di jalur Pantura, perbatasan Desa Pajurangan dan Curahsawo.

Beberapa meter sebelum tiba di toko, dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max, memepet korban dari arah kanan. Salah satu pelaku, lalu menarik gelang emas yang dipakainya.

“Waktu itu saya kaget, tiba-tiba dua orang naik motor N-Max memepet saya dan langsung menarik gelang yang saya pakai. Setelah gelang berhasil diambil, saya sempat mencoba mengejar pelaku, namun terjatuh,” ujar Dwi, Selasa siang (7/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, Dwi mengalami luka di wajah, lecet pada kaki, serta memar di tangan kanan. Korban sempat mengejar pelaku hingga kawasan wisata Pantai Bentar.

Namun pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa gelang emas seberat 5 gram. Warga yang melihat korban terluka, kemudian membawanya ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan perawatan medis.

Ciri-ciri pelaku, dijelaskan Dwi, pengendara motor bertubuh gemuk dan mengenakan jaket. Sedangkan pelaku yang dibonceng bertubuh agak kurus. Sayangnya, wajah keduanya tidak terlihat jelas.

“Polisi sudah datang dan meminta keterangan. Akibat kejadian ini, sesuai harga emas, kerugian sekitar Rp12 juta,” imbuh Dwi.

Saat ini, kasus penjambretan wanita lanjut usia (lansia) ini masih ditangani Polsek Gending. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib. (*)

Editor: Mohamad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.