Pasuruan,- Pengguna jalan yang kerap melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Pasuruan harus bersiap menghadapi perubahan rute.

Mulai 6 April 2026, ruas Jalan Ir. H. Juanda akan ditutup total menyusul dimulainya proyek peninggian Jembatan Buk Wedi.

Penutupan akses utama ini terpaksa dilakukan karena proses konstruksi berskala besar tersebut membutuhkan ruang yang luas, terutama untuk mobilisasi alat berat.

Selain itu, langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan selama proyek berlangsung.

Perwakilan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Jembatan Nasional (PJN) Wilayah 3 Jawa Timur, Deni, menyebut penutupan jalur tidak dapat dihindari demi kelancaran pekerjaan.

“Selama pekerjaan berlangsung, akses di Jembatan Buk Wedi akan ditutup total. Arus lalu lintas kami alihkan untuk menghindari risiko di lokasi proyek,” ujar Deni, Rabu (1/4/26).

Sebagai langkah antisipasi kemacetan, pihak berwenang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas.

Kendaraan dari arah Surabaya yang menuju Probolinggo, maupun arah sebaliknya, akan dialihkan menuju Jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan.

Rute alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Gatot Subroto, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Untung Suropati, Jalan Setyabudi, dan berujung di Jalan Hasyim Asy’ari.

Kendaraan selanjutnya akan diarahkan keluar-masuk melalui kawasan Simpang Blandongan.

“Pengendara akan kami arahkan melalui Jalur Lingkar Selatan. Rambu-rambu dan petugas sudah kami siapkan di sejumlah titik,” tambah Deni.

Pematangan skema pengalihan arus ini, klaim Deni, tidak dilakukan secara sepihak.

PJN Wilayah 3 Jawa Timur telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Satlantas Polres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan setempat, dan pihak pengelola jalan tol.

“Kami sudah berkoordinasi agar pengalihan arus ini bisa berjalan lancar dan meminimalisasi kemacetan,” jelasnya.

Deni juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami meminta para pengendara untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta memperhatikan rambu-rambu petunjuk yang telah dipasang,” sampainya.

Sebagai informasi, proyek peninggian Jembatan Buk Wedi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengatasi masalah banjir.

Kawasan tersebut selama ini kerap tergenang air, terutama saat debit air sungai sedang meningkat secara signifikan. (*) 

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.