Pasuruan, – Suasana haru menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Lapas IIB Pasuruan, Rabu (11/3/2026). Dalam momentum Ramadan ini, para warga binaan diberi kesempatan berbuka puasa bersama keluarga yang datang berkunjung.

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi warga binaan, karena selama menjalani masa pidana mereka jarang merasakan kebersamaan secara langsung dengan keluarga.

Salah satu warga binaan, Soni, mengaku sangat terharu bisa berbuka puasa bersama keluarganya di dalam lapas. Ayah dua anak ini tengah menjalani masa pidana dalam kasus narkoba.

Ia menjelaskan, awalnya divonis hukuman lima tahun satu bulan. Namun setelah mengajukan peninjauan kembali (PK), masa hukumannya diputus menjadi tiga tahun dua bulan

“Saya divonis 5 tahun 1 bulan, lalu mengajukan PK dan diputus 3 tahun 2 bulan. Alhamdulillah PK saya menang. Sekarang sudah menjalani 1 tahun 2 bulan di sini,” ujar Soni.

Menurutnya, kesempatan berbuka puasa bersama keluarga di dalam lapas menjadi pengalaman yang sangat mengharukan bagi dirinya

“Ya, alhamdulillah dari pihak Lapas juga akhirnya ada buka bersama sama keluarga. Jadi perasaan saya ya terharu. Baru kali ini saya juga dihukum akhirnya tahu rasanya buka bersama di dalam penjara ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota keluarganya datang untuk berbuka puasa bersama.

“Yang datang dari keluarga saya, ibu saya, tante saya, dan dua anak saya,” tuturnya.

Soni juga mengaku rindu suasana kebersamaan dengan keluarga, terutama saat momen malam takbiran.

“Sedih sekali kalau tidak bisa ketemu keluarga. Apalagi waktu ada kumandang takbir, rasanya terharu sekali sampai menangis karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, keluarganya juga membawakan makanan kesukaannya dari rumah.

“Tadi keluarga membawakan sop kil dan mendol dari rumah. Itu makanan kesukaan saya, ibu yang membuat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga binaan lainnya, Lukman Umaro. Ia mengatakan kegiatan buka puasa bersama keluarga cukup mengobati rasa rindu yang selama ini dirasakannya selama menjalani masa pembinaan.

“Cukup mengobati rasa kangen. Saya sebenarnya menyesal dengan apa yang saya perbuat di luar sampai harus berpisah dengan anak dan istri,” kata Lukman.

Sementara itu, Kepala Lapas IIB Pasuruan Tri Wibawa Kristiyana menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya pembinaan sekaligus menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya.

Sebelum kegiatan buka bersama, pihak lapas juga menggelar kegiatan bakti sosial bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami tadi juga sudah melakukan kegiatan bakti sosial di daerah Tapaan sana, membagikan 20 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Kemudian dilanjutkan sore hari ini buka bersama keluarga dengan warga binaan kami. Jadi istrinya ada di sini, keluarganya, anaknya,” ujar Tri Wibawa.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk kembali merasakan suasana kebersamaan dengan keluarga yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan.

“Selama mereka di sini kan warga binaan kami cuma bisa bayangin saja suasana buka bersama keluarga seperti apa. Nah, hari ini kita beri kesempatan untuk buka bersama, kita tawarkan kepada mereka siapa saja yang mau keluarganya datang ke sini untuk menikmati buka bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga silaturahmi sekaligus membantu kondisi psikologis warga binaan.

“Jadi tetap terjalin silaturahmi, benar-benar merasakan suasana kekeluargaan. Di samping itu juga dengan dikunjungi keluarga dan makan bersama bisa menurunkan tensi mereka. Secara psikis kan mereka di dalam tahanan pikirannya ke mana-mana, apalagi menjelang Idulfitri. Dengan dihadirkannya keluarga di sini paling tidak bisa mengobati rasa rindu mereka, tentu dengan pengamanan yang tetap kondusif,” tambahnya.

Ia menyebutkan, kegiatan buka puasa bersama ini digelar satu kali selama Ramadan. Sementara saat Idulfitri nanti, pihak lapas berencana membuka kunjungan khusus bagi keluarga warga binaan.

“Buka bersama ini satu hari saja. Nanti saat Idulfitri rencananya kami buka kunjungan khusus sekitar empat hari untuk keluarga warga binaan,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.