Lumajang, – Ramadan tahun ini di Kabupaten Lumajang terasa berbeda. Di Musala Al Makna, Kelurahan Citrodiwangsan, jemaah tidak hanya datang untuk berbuka puasa dan menunaikan salat tarawih, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif seputar kopi manual brew.
Setiap Rabu dan Sabtu malam, pengurus musala menyediakan kopi gratis yang diracik layaknya di coffee shop modern.
Jemaah diajak menyaksikan langsung prosesnya, mulai dari pengenalan biji kopi pilihan, penggilingan menggunakan grinder manual, hingga teknik penyeduhan metode V60 yang populer di kalangan pencinta kopi.
Bahtiar Muhaqiqi, penyedia kopi sekaligus pengurus musala, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar berbagi minuman, melainkan sarana edukasi bagi masyarakat.
“Kami ingin mengenalkan kopi dengan metode manual seperti di coffee shop agar jemaah memahami prosesnya dari biji hingga menjadi secangkir kopi,” katanya, Senin (23/2/2026).
Menurut Bahtiar, beberapa sajian disuguhkan tanpa gula agar cita rasa asli kopi dapat dinikmati. Selain V60, tersedia pula varian seperti butterscotch dan choco vanilla latte yang diminati kalangan remaja.
Ia berharap, sajian kopi tersebut tidak hanya menghadirkan kehangatan suasana, tetapi juga membantu jemaah lebih fokus saat menjalankan ibadah.
“Harapannya, dengan menyediakan kopi terbaik untuk tamu Allah, kami bisa mendapatkan pahala sekaligus menularkan kebaikan,” tambahnya.
Inisiatif sederhana ini pun menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda. Musala tak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang kebersamaan dan pembelajaran di bulan suci Ramadan. (*)











