Lumajang, – Momentum ngabuburit yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif menjelang waktu berbuka puasa justru dimanfaatkan oleh sejumlah pemuda untuk menggelar aksi balap liar di wilayah Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Satlantas Polres Lumajang bersama personel gabungan membubarkan aksi tersebut di Jalan Lintas Selatan (JLS), tepatnya di Desa Bago dan Desa Selok Awar-awar, Sabtu (21/2/2026).

Penertiban dilakukan menjelang magrib, waktu di mana aktivitas warga di jalan raya meningkat.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 15 unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Banyak di antaranya telah dimodifikasi ekstrem, menggunakan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan, serta tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah.

Kasubsi PIDM Si Humas, Ipda Suprapto mengatakan, aksi balap liar merupakan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi, terlebih dilakukan pada bulan Ramadan.

“Balap liar ini bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun masyarakat pengguna jalan lainnya. Apalagi dilakukan menjelang berbuka puasa, saat arus lalu lintas cenderung meningkat,” katanya, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, Jalan Lintas Selatan (JLS) kerap dijadikan lokasi balap liar karena kondisi jalan yang relatif lurus dan sepi. Namun, kondisi tersebut justru meningkatkan risiko kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi apabila terjadi benturan atau kehilangan kendali kendaraan.

“Penertiban ini merupakan langkah preventif sekaligus bentuk penegakan hukum. Kami ingin memastikan situasi kamtibmas selama Ramadan tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah Pasirian,” tambahnya.

Suprapto mengimbau, para orangtua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada waktu menjelang berbuka puasa.

Bahkan, ia mengajak para pemuda untuk memanfaatkan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti mengikuti kegiatan keagamaan, olahraga yang terorganisir, atau aktivitas sosial.

“Silakan isi Ramadan dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan sosial. Jangan sampai bulan suci ini justru diwarnai aktivitas yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.