Probolinggo,- Memasuki bulan Ramadhan 1477 Hijriyah, pedagang bunga dadakan bertebaran. Salah satunya terlihat di depan pemakaman Ungup-ungup, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan sehari omsetnya mencapai Rp200 ribu.
Pedagang bunga dadakan ini sudah berjualan sejak 3 hari lalu. Mereka menjual bunga dalam satu paket yang diwadahi 3 kantong plastik seharga Rp10 ribu.
Dalam sehari, pedagang mampu menjual 20 hingga 30 bungkus kepada warga yang hendak ziarah. Rata-rata, para peziarah yang membeli bunga, rumahnya berdekatan dengan area pemakaman.
Pedagang bunga di Pemakaman Ungup-ungup, Tinasum (50) menyebut, dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 20 plastik bunga yang jika ditotal omsetnya mencapai Rp200 ribu.
“Setiap tahun sebelum puasa, dan sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri, saya selalu jualan bunga pemakaman ini. Alhamdulillah hasilnya bisa buat tambah-tambah,” kata Tinasum, Rabu (18/2/26).
Ia mengungkapkan, bunga yang dijual ia dapat dari tengkulak yang datang ke lapaknya, yang dibeli dengan harga 20 per kilogram. Selain lebih murah harga kulaknya, bunga yang dipasok masih fresh.
“Selama 3 hari berjualan, paling ramai ya hari Selasa. Namun hari ini masih belum bisa diprediksi, karena hari ini hari terakhir sebelum besok berpuasa,” imbuh pedagang asal Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo ini.
Hal senada disampaikan pedagang bunga lainnya, Siti Kholifah, (59). Ia mengaku setiap menjelang puasa dan Lebaran, selalu berjualan bunga di area Pemakaman Ungup-ungup.
“Kalau tidak berjualan bunga ya saya tukang pijat. Alhamdulillah setiap tahun berjualan bunga ada tambahan penghasilan dalam 3 hari terakhir,” beber wanita asal Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran ini. (*)











