Lumajang, – Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali berdampak pada kehidupan warga di kawasan lereng gunung.

Hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026) pagi, sehingga mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Material abu vulkanik terbawa angin dan jatuh di permukiman warga sejak subuh. Kondisi tersebut membuat sejumlah aktivitas pagi, termasuk menjemur pakaian dan kegiatan di luar rumah, terhambat.

Seorang warga Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Risma mengatakan, hujan abu sudah sering dirasakan dalam beberapa hari terakhir, terutama pada pagi hari.

“Beberapa hari ini kalau pagi hujan abu. Jadi kalau mau menjemur baju tidak bisa di luar ruangan, nanti kotor lagi terkena hujan abu,” kata Risma.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi tercatat terjadi pada pukul 07.30 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru PVMBG, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulis menyebutkan, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 112 detik.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak signifikan akibat erupsi tersebut. Status Gunung Semeru masih berada pada level III atau siaga. Meski demikian, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan yakni, tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.