Lumajang, – Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara di Pendopo Arya Wiraraja tidak sekadar menghadirkan pusaka dari berbagai penjuru negeri. Pameran tersebut menjadi panggung kehormatan bagi warisan empu lokal Lumajang.

Di antara deretan tosan aji yang dipamerkan, karya Empu Sanibin tampil sebagai penanda penting bahwa Lumajang memiliki tradisi metalurgi, spiritualitas, dan pengetahuan luhur yang telah tumbuh sejak masa silam.

Dalam khazanah budaya Jawa dan nusantara, empu menempati posisi terhormat. Ia bukan sekadar pandai besi atau pembuat senjata. Empu juga penjaga nilai, perumus filosofi hidup, sekaligus penafsir harmoni antara manusia, alam, dan Yang Maha Kuasa.

Setiap pusaka yang lahir dari tangan seorang empu melalui proses panjang yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual, melibatkan laku batin, pengetahuan kosmologi, serta tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

Karya Empu Sanibin mencerminkan kedalaman kearifan lokal Lumajang yang berakar kuat pada tradisi adiluhung nusantara. Pusaka tidak dipahami semata sebagai alat atau simbol kekuasaan, melainkan sebagai medium ajaran tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan etika sosial yang diwariskan lintas generasi.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyampaikan, kebanggaannya atas ditampilkannya karya empu daerah dalam pameran tersebut. Menurutnya, pengakuan terhadap empu lokal merupakan bagian penting dari upaya pelestarian sejarah dan penguatan identitas budaya daerah.

“Lumajang tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga ruang pengakuan atas warisan budaya yang lahir dari tanah sendiri,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).

Pameran Tosan Aji Nusantara pun menjadi momentum strategis untuk menempatkan kembali empu dan pusaka dalam narasi besar sejarah nasional. Ia menegaskan bahwa peradaban Nusantara dibangun oleh pengetahuan lokal yang tinggi.

“Berkarakter, dan sarat nilai, yang hingga kini masih relevan sebagai fondasi jati diri bangsa,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.